
MENGUNJUNGI MAESTRO LUDRUK: Wakil Wali Kota Surabaya Armudji (kanan) menyerahkan uang kepada Cak Kartolo, Senin (6/8). Cak Kartolo berniat menjual rumah. Uang hasil penjualan akan dibagikan kepada anak dan cucunya. (Adi Wijaya/Jawa Pos)
Kartolo sudah tidak asing lagi di dunia ludruk dan lawak. Bapak tiga anak itu pernah jaya pada masanya. Kini suami Ning Tini tersebut berniat menjual rumahnya di daerah Kupang Jaya I, Kecamatan Sukomanunggal. Hasilnya akan dibagi untuk lima cucu dan satu anaknya.
ARIF ADI WIJAYA, Surabaya
KERUTAN di tepi mata itu muncul. Matanya menyempit. Tulang pipinya terangkat. Tanda bahwa senyum sedang dikembangkan. Begitu masker dibuka, senyum Kartolo merekah. Begitu lepas dan sederhana.
Di usianya yang senja, pelawak berusia 76 tahun itu masih terlihat bugar. Canda tawa selalu mewarnai setiap hal yang menjadi topik pembicaraan. Ada saja joke yang dilon)tarkan. ”Ngapunten, saya beberapa hari ini luar pulo. Pulo Wonokromo,” kelakarnya sembari duduk.
Di ruang tamu itu foto dan lukisan Kartolo terpampang rapi. Ada puluhan foto bersama para tokoh dan pejabat tinggi. Mulai seniman sekaligus budayawan tersohor Sujiwo Tedjo sampai mantan Panglima Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayjen TNI Arief Rachman.
Tidak hanya foto, ruang tamu itu juga menjadi tempat para pejabat tinggi bertemu sang komedian.
Kartolo masih ingat betul ketika dia ditelepon orang Istana Negara. Dia kaget. Penelepon mengaku utusan Jenderal (pur) TNI Moeldoko, kepala Kantor Staf Presiden. ”Katanya mau datang besok. Padahal, teleponnya malam hari. Lha yo opo, mboten siap nopo-nopo. Coba ngabari tiga tahun yang lalu pasti tak siapkan semuanya,” ucapnya, kembali berkelakar.
Menurut Kartolo, ruang tamu itu memang termasuk satu di antara puluhan ruangan yang cukup istimewa di rumahnya. Selain menjadi tempat berkumpul keluarga besar, ruangan seluas 8 x 6 meter itu juga menjadi tempat untuk menerima para pejabat tinggi yang berkunjung.
Namun, Kartolo harus merelakan rumah seluas 440 meter persegi itu. Rumah tersebut dia bangun dari hasil jerih payahnya sejak 1980. Rumah itu berdampingan dengan rumah anaknya. Hanya beda nomor. Yang ditempati Kartolo nomor 12, sedangkan anaknya menempati rumah bernomor 14.
Dari pernikahannya bersama Tini, Kartolo dikaruniai tiga anak. Yang pertama dan kedua sudah meninggal. Keduanya meninggalkan tiga anak atau cucu Kartolo. Yang terakhir memiliki dua anak. Total cucu Kartolo lima orang.
Sayangnya, di usinya yang sudah kepala tujuh ini kariernya semakin redup. Dalam tiga tahun terakhir dia nyaris tidak pernah manggung. Project terakhirnya tiga tahun lalu. Ada tiga film yang dia bintangi. Salah satunya diproduksi bersama sutradara tersohor Garin Nugroho. Yang satu lainnya merupakan kerja sama dengan YouTuber Bayu Skak.
Hasil pembuatan film itulah yang dia pakai untuk bertahan hidup selama tiga tahun belakangan. Seiring berjalannya waktu, tabungannya menipis. ’’Tabungan saya tinggal Rp 3 miliar. Sampean percoyo? Lha lek aku duwe duit Rp 3 miliar, lha lapo aku dodol omah,” ucapnya, lantas tertawa.
Mengapa sampai ingin menjual rumah? Kartolo mengaku memikirkan anak dan cucunya. Dia tidak memiliki apa-apa lagi untuk diwariskan. Hanya rumah dengan 10 kamar itu yang dia miliki. ’’Saya jual Rp 8 miliar. Kalau ada yang nawar Rp 7 miliar, nggeh mpun mboten nopo-nopo,” katanya.
Hasil penjualan rumah itu rencananya dibelikan lahan yang lebih luas. Nah, tanah tersebut akan dikavling menjadi tujuh petak. Bukan untuk perumahan. ”Yang lima untuk cucu saya. Satu untuk anak saya dan satu saya tempati sendiri sama nyonya,” paparnya.
Mengapa sudah memikirkan soal pembagian warisan? ’’Ngene iki gorong tahu rasane dadi wong tuwo,” jawabnya dengan nada bercanda. Kartolo memahami hal itu. Namun, dia tidak ingin setelah tidak ada nanti terjadi masalah di dalam keluarga. ”Sekarang tidak ada masalah apa-apa. Tapi, yang sudah terjadi di tempat lain, urusan begini ini berpotensi jadi masalah. Saya tidak mau. Mumpung masih bisa diatur, saya atur demikian,” terangnya.
Kemarin (6/9) Wakil Wali Kota Surabaya Armudji mendatangi rumah Kartolo di Kupang Jaya I Nomor 12. Pria yang akrab disapa Cak Ji itu prihatin melihat kondisi Kartolo yang saat ini sedang kesusahan. ”Saya mengapresiasi kiprah Cak Kartolo dalam dunia ludruk Kota Surabaya hingga ke mancanegara,” katanya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
