
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno (dua dari kiri) pada acara kesenian ludruk di perkampungan Kota Surabaya belum lama ini.
JawaPos.com–Legislator Kota Surabaya menilai kesenian tradisional seperti ludruk perlu ada regenerasi agar tetap eksis di tengah kepungan seni modern. Ludruk merupakan kesenian yang berakar pada kearifan budaya lokal.
”Di masa pemerintahan kolonial, ludruk menjadi sarana perjuangan aspirasi rakyat lewat parikan-parikan dan lakon yang dipentaskan,” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Selasa (28/11).
Anas mengatakan, pada masa lampau, ludruk merupakan seni tradisional yang banyak diminati masyarakat. Pementasan ludruk dengan berbagai lakon, menarik pengunjung untuk menyaksikan. Lakon yang terkenal, yaitu Sarip Tambak Oso, yang menceritakan perjuangan pemuda melawan lurah, karena menjadi tangan kanan pemerintah kolonial Belanda.
Seiring dengan berjalannya waktu, dengan kehidupan masyarakat yang kian modern, pementasan ludruk semakin jarang dilakukan, bahkan hampir punah. Untuk itu, Anas mendorong agar kesenian ludruk di Surabaya tidak punah.
Dia mengapresiasi regenerasi yang dilakukan kelompok-kelompok ludruk di Surabaya agar tetap eksis. ”Dengan pementasan yang menampilkan anak-anak muda dan gaya anak muda, bisa menarik minat generasi muda untuk melihat pementasan ludruk,” ucap Anas Karno.
Anas berharap dukungan penuh berbagai pihak untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian ludruk di Surabaya. ”Kalau nanti kawasan THR (taman hiburan rakyat) selesai direvitalisasi, saya berharap ludruk bisa pentas reguler di lokasi tersebut,” tutur Anas Karno.
Salah satu seniman ludruk, Noniati mengatakan, pementasan ludruk di Surabaya saat ini mengandalkan ajakan Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudporapar) Kota Surabaya.
”Kami menyampaikan terima kasih kepada Disbudporapar, karena akhir-akhir ini grup ludruk mengisi bergiliran acara sedekah bumi di Surabaya Barat. Tapi, menunggu giliran lama, setahun sekali, paling banyak dua kali,” ujar Noniati.
Sampai era pengujung 90-an, ludruk, lanjut dia, masih pentas reguler hampir tiap hari di gedung kesenian THR Surabaya. Bahkan, Kelompok Ludruk Irama Budaya, melakukan pementasan di gedung permanen di kawasan Pulo Wonokromo.
”Kelompok-kelompok ludruk di Surabaya saat ini kondisinya cukup memprihatinkan. Sehingga, butuh kepedulian pihak-pihak terkait. Kalau mengandalkan tanggapan jarang,” ujar istri almarhum seniman ludruk, Cak Lupus itu.
Noni menambahkan, kelompok ludruk di Surabaya yang mempunyai tanda daftar kesenian (TDK) banyak yang tercatat di Disbudporapar Surabaya. Namun, banyak juga yang mati suri.
”Mereka kekurangan anggota, bahkan tidak punya anggota, sehingga harus mencomot sana sini saat pentas. Boleh dibilang kolaborasi dengan grup lain,” terang Noniati.
Meski di tengah impitan arus modernisasi, kata dia, kelompok ludruk di Surabaya tidak patah semangat agar tetap eksis. Salah satu caranya dengan melakukan regenerasi.
”Karena pemain ludruk senior sudah semakin berkurang. Kami meregenerasi. Di Arboyo, pemain ludruk sampai pengrawit, ada yang anak SD, SMP, SMA, dan mahasiswa. Demikian juga di Ludruk Putra Taman Hira, itu mayoritas pemain masih muda,” kata Noni.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
