Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 November 2023 | 06.21 WIB

Berobat di RSUD Soewandhie Surabaya Pakai BPJS Kesehatan, Wajib Perhatikan Sistem Baru Ini

Direktur Utama RSUD Soewandhie Kota Surabaya Billy Daniel Messakh. - Image

Direktur Utama RSUD Soewandhie Kota Surabaya Billy Daniel Messakh.

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya meningkatkan pelayanan untuk masyarakat. Mulai dari pelayanan pendidikan, perizinan, hingga pengurusan administrasi kependudukan (adminduk).

Peningkatan pelayanan itu, untuk mewujudkan Surabaya Hebat (Humanis, Efektif dan Efisien, Berakhlak, Akuntabel, dan Transparan). Pemkot Surabaya turut meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit (RS) hingga Puskesmas. Salah satunya, yakni peningkatan pelayanan antrean untuk pasien di RSUD Soewandhie.

Direktur Utama RSUD Soewandhie dr Billy Daniel Messakh mengatakan, antrean pasien di RSUD Soewandhie akan diatur ulang. Tujuannya untuk mencegah penumpukan pasien yang mendaftar menggunakan BPJS Kesehatan.

”Jadi ada perubahan pendaftaran pasien BPJS Kesehatan yang menggunakan fingerprint. Fingerprint ini, berfungsi untuk mendeteksi identitas pasien,” kata Billy, Senin (27/11).

Billy menjelaskan, perubahan skema antrean itu bagian dari evaluasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Terutama bagi pasien yang mendaftar menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

Setelah dilakukan survei, dia menyampaikan, beberapa pasien yang datang tidak sesuai dengan nomor urut antrean. Sehingga, menyebabkan penumpukan di RSUD Soewandhie.

”Nah, kita sudah pelajari, ternyata ada banyak pasien yang nomornya (antrean) besar datangnya pagi hari, harusnya kan datang itu sesuai nomor antrean di kartu pendaftaran,” ujar Billy.

Billy menegaskan, mulai Selasa (28/11), jika ada pasien yang datang tidak sesuai jadwal antrean, tidak diperbolehkan masuk dan tidak dilayani terlebih dahulu. RSUD Soewandhie sedang menyiapkan ruang tunggu khusus bagi pasien BPJS Kesehatan.

”Tempatnya di luar, kita siapkan. Nah, setelah dia (pasien) mendaftar lewat satu pintu, boleh masuk. Mengapa perlu finger? Karena untuk memudahkan pendataan antara rumah sakit dengan BPJS Kesehatan,” terang Billy Daniel Messakh.

Bagi pasien BPJS Kesehatan yang belum pernah mendaftar di RSUD Soewandhie, lanjut dia, akan diminta mendaftar di tempat pendaftaran pasien BPJS. ”Kita akan atur sedemikian rupa, dan juga akan kita bantu daftarkan,” jelas Billy Daniel Messakh.

Dia mengungkapkan, pendaftaran antrean BPJS Kesehatan menggunakan fingerprint tidak hanya mempermudah pendaftaran pasien. Tapi juga untuk mengantisipasi penyalahgunaan kartu BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan menemukan ada beberapa pasien yang menggunakan kartu BPJS pasien lain untuk berobat.

”Hasil evaluasi BPJS ada sekian persen, saya tidak tahu pastinya berapa. Ada yang menggunakan kartu BPJS yang bukan miliknya untuk berobat. Nah, dengan fingerprint ini akan teratasi,” ungkap Billy Daniel Messakh.

Dia menambahkan, RSUD Soewandhie memiliki sistem yang sama seperti BPJS Kesehatan. Apabila ada pasien rujukan dari puskesmas, data diri pasien tersebut otomatis terdaftar, terintegrasi melalui sistem data pasien di RSUD Soewandhie.

Puskesmas akan membuatkan surat rujukan elektronik, sehingga dia (pasien) nggak bawa kertas, itu sudah ada di layar monitor yang tertera nama-nama pasien. Nah, ketika pasien datang hari itu, dengan fingerprint bisa segera dilayani,” ucap Billy Daniel Messakh.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore