Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Juni 2021 | 19.48 WIB

Potensi Covid-19 Naik, Keluarkan Imbauan Batasi Aktivitas Anak

TETAP CERIA: Bonaventura menerima hadiah boneka dari relawan di RSLI kemarin. Banyak anak di Jawa Timur yang terpapar virus korona. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos) - Image

TETAP CERIA: Bonaventura menerima hadiah boneka dari relawan di RSLI kemarin. Banyak anak di Jawa Timur yang terpapar virus korona. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

JawaPos.com - Selain melonjaknya jumlah kasus baru, pandemi virus korona akhir-akhir ini juga menunjukkan fenomena baru. Yakni, bertambahnya pasien yang masuk kategori anak-anak. Berdasar evaluasi data pertambahan kasus oleh Satgas Covid-19 Jatim selama sepekan terakhir, pasien yang terpapar virus korona mulai didominasi anak-anak hingga usia produktif. Diduga, hal itu terjadi karena mobilitas mereka tinggi.

Karena itu, kemarin di tengah-tengah masa isolasi yang tengah dijalaninya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan imbauan terkait perlindungan anak-anak dari potensi penularan Covid-19.

Lewat imbauan tersebut, Khofifah mengajak orang tua untuk mengurangi aktivitas anak-anak mereka di luar rumah. ”Orang tua harus waspada. Anak lebih baik bermain di rumah,’’ katanya kemarin.

Tokoh yang juga ketua PP Muslimat NU itu menyebut, berdasar laporan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), potensi penularan Covid-19 terhadap anak mulai menunjukkan grafik naik. Satu di antara delapan pasien positif adalah anak-anak. Selain itu, kasus kematian anak yang menderita Covid-19 saat ini mencapai 3 hingga 5 persen.

Ada beberapa proses penularan Covid-19 kepada anak. Yakni, anak berada di luar rumah dan bermain tanpa memperhatikan standar protokol kesehatan. Itu lazim terjadi. Sebab, tidak semua anak mengerti pentingnya menerapkan standar protokol kesehatan.

Selain itu, Khofifah mengimbau orang tua untuk menerapkan protokol kesehatan saat berada di rumah. Dia menyebutkan, sebagian orang tua belum memperhatikan hal itu. ”Contohnya, saat tiba di rumah, orang tua tidak lekas membersihkan diri. Mereka masuk rumah langsung berinteraksi dengan keluarga. Kami meminta agar kebiasaan ini diubah,’’ ucap Khofifah.

Protokol kesehatan harus melekat. Orang tua harus menjaga diri agar anak tidak terpapar virus tersebut. Khofifah meminta masyarakat waspada dengan tren yang sedang terjadi.

Mantan menteri sosial itu mengatakan, pemprov sudah menyosialisasikan langkah antisipasi kepada masyarakat. Menurut dia, banyak masyarakat yang tahu, tapi belum memahami Covid-19. ”Karena itu, sosialisasi ini terus digencarkan,’’ ucapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 dr Makhyan Jibril menyatakan, tren penularan virus korona, terutama varian baru, semakin terlihat. Berdasar laporan terakhir, ada dua penderita yang usianya di bawah 20 tahun. Selebihnya berusia kisaran 20 tahun hingga 40 tahun. Sebagian besar berstatus orang tanpa gejala.

Buku Saku untuk Cegah Klaster Keluarga


Sementara itu, makin tingginya potensi penularan virus korona terhadap anak-anak, pemprov melalui dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan kependudukan (DP3AK) segera memproduksi buku saku tentang penanganan-pencegahan Covid-19 di lingkungan keluarga.

Buku saku itu nanti memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah apa yang diterapkan. ”Untuk memberikan sosialisasi di bidang mitigasi, bagaimana mengurangi risiko persebaran di lingkungan keluarga,” kata Kepala DP3AK Andriyanto kemarin.

Dia menyebutkan, pencegahan persebaran virus korona sangat penting, terutama di lingkungan keluarga. Salah satunya dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan di dalam rumah. ”Misalnya, menggunakan alat makan yang berbeda dan segera mencucinya. Atau, memastikan sirkulasi udara di rumah baik,” katanya.

Baca Juga: Jam Malam di Surabaya Dimajukan, Karyawan Bawa SIKM

Khusus untuk pencegahan pada anak, DP3AK menekankan pada perbaikan asupan makanan dan gizi.

Untuk menyosialisasikan program itu, instansi tersebut melibatkan forum anak di 38 kabupaten kota di Jatim. Mereka nanti bergerak di daerah masing-masing untuk memberikan materi.

PENULARAN COVID-19 PADA ANAK DI JATIM

Jumlah kasus kumulatif: 165.013 kasus

Jumlah pasien berstatus anak-anak (di bawah 18 tahun): 14.173 pasien

Pasien anak-anak yang meninggal

0–5 tahun : 38 pasien

6–18 tahun : 37 anak

Sumber: Satgas Covid-19 Jatim (data hingga 27 Juni 2021)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore