
TETAP CERIA: Bonaventura menerima hadiah boneka dari relawan di RSLI kemarin. Banyak anak di Jawa Timur yang terpapar virus korona. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Selain melonjaknya jumlah kasus baru, pandemi virus korona akhir-akhir ini juga menunjukkan fenomena baru. Yakni, bertambahnya pasien yang masuk kategori anak-anak. Berdasar evaluasi data pertambahan kasus oleh Satgas Covid-19 Jatim selama sepekan terakhir, pasien yang terpapar virus korona mulai didominasi anak-anak hingga usia produktif. Diduga, hal itu terjadi karena mobilitas mereka tinggi.
Karena itu, kemarin di tengah-tengah masa isolasi yang tengah dijalaninya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan imbauan terkait perlindungan anak-anak dari potensi penularan Covid-19.
Lewat imbauan tersebut, Khofifah mengajak orang tua untuk mengurangi aktivitas anak-anak mereka di luar rumah. ”Orang tua harus waspada. Anak lebih baik bermain di rumah,’’ katanya kemarin.
Tokoh yang juga ketua PP Muslimat NU itu menyebut, berdasar laporan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), potensi penularan Covid-19 terhadap anak mulai menunjukkan grafik naik. Satu di antara delapan pasien positif adalah anak-anak. Selain itu, kasus kematian anak yang menderita Covid-19 saat ini mencapai 3 hingga 5 persen.
Ada beberapa proses penularan Covid-19 kepada anak. Yakni, anak berada di luar rumah dan bermain tanpa memperhatikan standar protokol kesehatan. Itu lazim terjadi. Sebab, tidak semua anak mengerti pentingnya menerapkan standar protokol kesehatan.
Selain itu, Khofifah mengimbau orang tua untuk menerapkan protokol kesehatan saat berada di rumah. Dia menyebutkan, sebagian orang tua belum memperhatikan hal itu. ”Contohnya, saat tiba di rumah, orang tua tidak lekas membersihkan diri. Mereka masuk rumah langsung berinteraksi dengan keluarga. Kami meminta agar kebiasaan ini diubah,’’ ucap Khofifah.
Protokol kesehatan harus melekat. Orang tua harus menjaga diri agar anak tidak terpapar virus tersebut. Khofifah meminta masyarakat waspada dengan tren yang sedang terjadi.
Mantan menteri sosial itu mengatakan, pemprov sudah menyosialisasikan langkah antisipasi kepada masyarakat. Menurut dia, banyak masyarakat yang tahu, tapi belum memahami Covid-19. ”Karena itu, sosialisasi ini terus digencarkan,’’ ucapnya.
Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 dr Makhyan Jibril menyatakan, tren penularan virus korona, terutama varian baru, semakin terlihat. Berdasar laporan terakhir, ada dua penderita yang usianya di bawah 20 tahun. Selebihnya berusia kisaran 20 tahun hingga 40 tahun. Sebagian besar berstatus orang tanpa gejala.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
