
GOSONG: Dokumen siswa dan rapor yang tersimpan di ruang guru ikut terbakar. Dugaan sementara, kebakaran di SDN Jenggot itu disebabkan korsleting listrik.
JawaPos.com – SDN Jenggot di Krembung yang terbakar Kamis (16/11) lalu baru diperbaiki tahun depan karena anggarannya terbilang besar. Sambil menunggu perbaikan, siswa belajar dengan sistem sif atau bergantian.
Kabid Mutu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo Netty Lastiningsih mengatakan, pihaknya sudah meninjau langsung kondisi SDN Jenggot. Identifikasinya, ruang kelas IV, V, dan VI tidak bisa digunakan.
Dua toilet putri, gudang, serta kantor kepala sekolah dan tata usaha juga tidak bisa digunakan karena turut terbakar. ’’Proses pembelajaran tetap berjalan, tapi diatur,’’ katanya.
Kemarin (17/11) dan hari ini (18/11), seluruh siswa belajar di luar kelas. Baik siswa yang kelasnya terbakar maupun tidak.
’’Pembelajaran diisi dengan kegiatan pawai dan lomba memperingati Hari Pahlawan, dilaksanakan di lapangan,’’ ujar Netty. Seluruh siswa tidak diperbolehkan masuk area sekolah pada dua hari tersebut. Termasuk siswa yang kelasnya tidak terbakar.
Petugas membersihkan area sekitar dan memastikan ruangan lainnya aman untuk digunakan sebagai tempat pembelajaran. ’’Pintu masuk sekolah kami tutup. Kami letakkan bangku sebagai penutup agar tidak sampai ada yang masuk,’’ katanya.
Setelah dua hari pembelajaran di luar kelas, baru pada Senin (20/11) siswa kembali belajar di dalam kelas dengan sistem sif. Sif pagi mulai pukul 07.00 sampai 10.00, pembelajaran bagi kelas I, II, dan III.
Sif siang mulai pukul 10.30 sampai 14.30, pembelajaran bagi kelas IV, V, dan VI. Solusi tersebut diterapkan sambil menunggu proses perbaikan.
Kepala Bidang Pengendalian, Pengawasan, Sarana, dan Prasarana Dinas Dikbud Sidoarjo Heri Purwanto mengatakan, identifikasi kerusakan sekolah tersebut juga sudah selesai dilakukan.
Kerusakan sangat parah sehingga membutuhkan perbaikan total. Dengan begitu, renovasi belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.
’’Belum bisa tahun ini karena sangat mepet, sudah akhir tahun. Anggarannya sudah terplot,’’ katanya. Namun, perbaikan tetap dilaksanakan pada tahun depan. ’’Nanti menunggu pergeseran anggarannya,’’ tuturnya.
Heri menyebut kebutuhan anggaran perbaikan cukup besar. ’’Sekitar Rp 1 miliar kebutuhannya,’’ ujarnya. Hampir mirip pembangunan ruang kelas baru karena kerusakannya parah. ’’Terutama bagian atapnya kan parah. Untuk tembok, ada sebagian yang masih bisa digunakan,’’ katanya. Prinsipnya, pihaknya memastikan perbaikan dilakukan secepatnya. (uzi/c7/any)

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
