Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Oktober 2023 | 01.28 WIB

Gencarkan Edukasi Tangani Sampah, Trash2Treasure Kerja Sama dengan Sekolah di Surabaya

Trash2Treasure bergerak mengurangi sampah makanan dan pakaian bekas, diolah menjadi karya-karya inovatif. - Image

Trash2Treasure bergerak mengurangi sampah makanan dan pakaian bekas, diolah menjadi karya-karya inovatif.

JawaPos.com–Limbah kulit pisang ternyata tak hanya bisa berakhir sia-sia di tempat sampah. Limbah kulit pisang bisa diolah menjadi berbagai menu baru.

Di tangan organisasi Pemuda Surabaya bernama Trash2Treasure yang bergerak untuk mengurangi sampah makanan dan pakaian bekas, limbah diolah menjadi karya-karya inovatif. Seperti selai, burger, ikat rambut, dan tas jinjing.

Trash2Treasure didirikan Aurelia Leowinata, Giannella Surya, Jessica Wijaya, Michelle Wilson, dan Vincent Hamdali. Kelimanya merupakan siswa penerima beasiswa Indonesia maju dari sekolah-sekolah yang berbeda.

Clarissa Aurelia Leowinata Co-founder Trash2Treasure Surabaya mengatakan, Trash2Treasure didirikan di bawah naungan beasiswa Indonesia maju dan Kementerian Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi.

”Trash2Treasure bekerja sama dengan berbagai sekolah dan komunitas di Surabaya mengadakan workshop pengolahan sampah. Dalam satu rangkaian acara, minimal 1 kilogram sampah akan diubah menjadi produk baru,” kata Aurelia.

Menurut Aurelia, problematika sampah jarang diperhatikan. Dia menilai, dampak negatif dari sampah juga jarang dibahas. Bahkan, Rp 552 triliun uang negara habis untuk membereskan sampah makanan.

Sementara itu, Vincent salah satu co-founder T2T menambahkan, tim mengaku beruntung sudah diberikan platform oleh pemerintahan dan Kemendikbudristek. Dengan begitu, pihaknya bisa menyalurkan berkat yang diterima dengan membekali komunitas, UMKM, dan siswa-siswi di Surabaya.

Meski, diakuinya apa yang dilakukan Trash2Treasure diterima dengan skeptisisme, produk-produk olahan T2T sering mendapatkan review yang baik dari masyarakat. Vincent menyebutkan, satu toples tester selai kulit pisang dan kulit buah naga yang selalu dibawa ke acara workshop selalu habis disantap peserta dalam waktu singkat. Kemudian, olahan daging dari kulit pisang ternyata menjadi alternatif sehat bagi teman-teman yang memiliki diet vegan.

”Kami berharap untuk mengadakan bazar se-Surabaya pada akhir tahun. Berkolaborasi dengan OSIS dari berbagai sekolah, kami akan menginisiasi gerakan donasi baju bekas, dan akan dijual kembali pada bazaar tersebut,” terang Vincent.

Selain itu, Trash2Treasure juga akan mengadakan workshop live tentang pengolahan sampah makanan dan berbagai booth yang menampilkan bagaimana mendaur ulang baju bekas tak layak pakai menjadi aksesori lucu.

”Jadi, bazaar kami dapat dihadiri satu keluarga. Sekalian jalan-jalan, sekalian mengurangi sampah makanan dan busana,” ujar Aurelia Leowinata, co-founder T2T.

Trash2Treasure memiliki visi untuk menjadi penggerak masyarakat untuk mengurangi permasalahan sampah makanan dan sampah pakaian di Surabaya. Selain itu, menciptakan masyarakat yang sadar lingkungan, berkelanjutan, dan berempati terhadap kebutuhan orang yang kurang beruntung.

”Ada 3 misi. Mengedukasi masyarakat tentang bahaya food waste dan fashion waste jika tidak segera diatasi, mendorong dan memberdayakan masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola makanan dan pakaian secara berkelanjutan. Selain itu, membantu orang yang membutuhkan dengan cara mengumpulkan pakaian bekas yang layak pakai untuk dijual dan dana tersebut akan diberikan untuk membantu yang membutuhkan,” papar Aurelia Leowinata.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore