Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Oktober 2023 | 05.15 WIB

Suhu di Surabaya Masih Tinggi, BMKG Ungkap Penyebabnya

Ilustrasi cuaca panas. - Image

Ilustrasi cuaca panas.

JawaPos.com - Suhu udara di Surabaya masih terasa panas. Tak hanya pada siang, pun pada malam hari. Surabaya memang diperkirakan mencapai suhu tertinggi pada Oktober ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi musim hujan akhir tahun ini akan mundur.

Prakirawan BMKG Juanda Teguh Tri Susanto menjelaskan, saat ini sejumlah wilayah di Jawa Timur (Jatim) memang masih dilanda cuaca panas. Suhu tertinggi di Kota Surabaya mencapai 36 derajat celsius pada Oktober. Kondisi itu berlangsung lima hari pada tanggal yang berbeda.

"Rata-rata dari pagi hingga malam antara 26 derajat sampai 35 derajat celsius," ujarnya seperti dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group).

Menurutnya suhu pada malam hari pun mengalami kenaikan. Teguh menyebutkan sekitar 25-26 derajat celsius. Itu menyebabkan kondisi malam hari terasa lebih panas dari periode sebelumnya.

"Untuk wilayah Surabaya potensi kondisi cuaca panas dengan suhu udara tinggi pada siang hari tentunya masih berpeluang," ucapnya.

Suhu udara tinggi di Surabaya dan wilayah Jatim disebabkan pergerakan matahari. Katanya, matahari bergerak di bagian selatan ekuator. Akibatnya penyinaran matahari lebih intens di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara.

"Oktober ini mengingat matahari sedang bergerak ke selatan ekuator, terlebih lagi sedikitnya tutupan awan," ungkap Teguh.

Teguh menjabarkan selain disebabkan pergerakan matahari, suhu tinggi terjadi karena tidak ada hujan dalam waktu yang lama. Selain itu cuaca panas dipengaruhi oleh kelembapan udara. Teguh menilai tingkat kelembapan udara di Kota Surabaya cukup rendah.

"Faktor penyebab cuaca panas adalah angin yang bertiup kencang, tidak hujan dalam waktu lama, permukaan tanah yang kering, dan rendahnya kelembapan udara," papar Teguh.

Teguh mengatakan prediksi musim hujan mengalami kemunduran. Awalnya, dia memperkirakan hujan turun akhir November. Tapi berdasarkan analisis terbarunya, Teguh memprediksi pada awal Desember. "Hampir seluruh wilayah di Jawa Timur juga mundur. Hanya dua wilayah yang maju dari prediksi, sebagian wilayah Pasuruan dan Probolinggo," pungkas Teguh.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore