Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Oktober 2023 | 20.19 WIB

Geliat Positif Ekonomi dan Investasi di Jatim: Bukti Mampu Bangkit dari Pandemi Covid-19

INDUSTRI BARU: Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat mendampingi Presiden Joko Widodo dalam groundbreaking pabrik foil tembaga di kawasan industri JIIPE, Gresik, Juni lalu.

Jatim Bangkit Terus Melaju. Itulah tagline peringatan hari jadi Jawa Timur (Jatim) tahun ini. Bukan tanpa alasan, menginjak usia 78 tahun, provinsi ini mampu bangkit dari hantaman pandemi. Menjadi salah satu penyangga kemajuan negeri.

---

TIGA tahun silam, saat pandemi Covid-19 melanda di hampir seluruh belahan dunia, semua lini kehidupan terdampak. Situasi tak jauh berbeda juga terjadi di Jatim. Seluruh elemen disibukkan untuk mengatasi hantaman pandemi. Aktivitas perekonomian di berbagai sektor ikut lumpuh. Efeknya berantai. Pertumbuhan ekonomi di provinsi ini mengalami kontraksi.

Seperti pada triwulan II tahun 2020 silam. Pertumbuhan ekonomi Jatim sempat mengalami penurunan hingga 5,98 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, situasi itu tidak berlangsung terlalu lama. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, pada triwulan IV tahun 2021, perekonomian di Jatim mengalami peningkatan sebesar 4,59 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Tren positif tersebut terus berlanjut secara konsisten.

Teranyar, pada triwulan kedua tahun ini, pertumbuhan ekonomi Jatim tumbuh 5,24 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka itu melebihi capaian nasional 5,17 persen.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Jatim selama triwulan II 2023 sebesar 2,66 persen menjadi yang tertinggi dari seluruh provinsi di Jawa.

”Alhamdulillah. Capaian-capaian ini menjadi salah satu bukti bahwa sinergi semua elemen bisa saling memberi kontribusi sehingga membuat Jawa Timur mampu bangkit,” kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Ya, pertumbuhan positif perekonomian Jatim tidak terlepas dari menggeliatnya semua lini usaha. Ada tiga sektor yang jadi penggerak utama. Terbesar adalah industri manufaktur yang berkontribusi sebesar 30,2 persen, perdagangan (18,7 persen), serta pertanian (11,9 persen).

Sektor-sektor lain juga memberikan kontribusi signifikan. Misalnya UMKM. Tahun lalu kontribusi sektor tersebut begitu besar, mencapai hampir 60 persen dari PDRB (pendapatan domestik regional bruto).

Demikian pula industri kreatif yang mampu menyumbang 20 persen PDRB. Termasuk start-up yang terus dikembangkan Pemprov Jatim.

Sektor-sektor itu mampu berkontribusi terhadap penambahan lapangan kerja. Indikatornya terlihat dari tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada kuartal I 2023 sebesar 4,33 persen.

Turun 0,48 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. ”Capaian ini juga lebih baik dibanding rata-rata nasional,” kata Khofifah.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore