Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 November 2020 | 02.04 WIB

Kunjungi Pasar Krempyeng, Eri Cahyadi Janjikan Revitalisasi Pasar

Eri Cahyadi kunjungi Pasar Krempyeng, janjikan perbaikan pasar. Dok. JawaPos - Image

Eri Cahyadi kunjungi Pasar Krempyeng, janjikan perbaikan pasar. Dok. JawaPos

JawaPos.com–Calon Wali Kota Surabaya Nomor Urut Satu Eri Cahyadi memiliki cara sendiri memperingati Hari Pahlawan. Pada Selasa (10/11) pagi, dia berkeliling ke berbagai tempat dengan sepeda kuno.

Berbagai tempat dia kunjungi. Salah satunya adalah Pasar Krempyeng. Di pasar yang berada di Jalan Kalisari Tempurejo, Eri berhenti dan turun dari sepeda. Kemudian dia mengobrol dengan pedagang sekaligus melihat fasilitas pasar.

Dia mengungkapkan, Pasar Krempyeng Sutorejo merupakan pasar kampung. Pasar tersebut bukan aset pemkot. Untuk membangun dan melengkapi fasilitas bangunan itu bergantung pada dana swadaya.

Eri sempat menerima keluhan pedagang. Salah satunya dari Iis Rohmah. Sejak pandemi Covid-19, pasar makin sepi. Pembeli enggan berbelanja di pasar itu. ”Pendapatan jauh berkurang,” tutur Iis.

Menurut Iis, warga takut terjaring razia penindakan protokol kesehatan (prokes). Sebab, petugas kelurahan kerap berkeliling. ”Gimana nggak takut? Mereka memelototi pembeli yang tidak memakai masker,” terang Iis.

Selain itu, warga juga enggan belanja ke pasar karena tidak ada lahan parkir yang mampu menampung semua kendaraan.

Melihat itu, Eri berjanji untuk membenahi semua fasilitas itu. ”Keberadaan pasar sangat penting,” ucap Eri.

Mantan kepala Bappeko itu memberikan solusi untuk meningkatkan pembeli. Misalnya, pada masa pandemi Covid-19, penjual dan pembeli harus mematuhi protokol kesehatan. ”Sehingga satgas nggak perlu memelototi satu per satu. Sudah percaya,” ujar Eri.

Selain itu, perlu revitalisasi pasar. Eri mengatakan, saat masih menjabat sebagai kepala Bappeko, tidak sedikit pasar yang dibenahi. ”Kami dulu meyakini bahwa pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli itu dibuat bersih. Sehingga nyaman,” papar Eri.

Dia menjanjikan program pembenahan pasar tradisional terus berlanjut. Seluruh pasar yang minim fasilitas didata. Selanjutnya dibenahi. Untuk pasar milik pemkot bisa menggunakan anggaran APBD. ”Kalau pasar kampung dan dikelola perorangan bisa memakai anggaran CSR,” ujar Eri.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=vpk4eBSUvmQ

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore