Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 September 2023 | 21.27 WIB

Flyover Tak Ada Lahan, Ajukan Underpass untuk Mengurai Kemacetan di Gedangan Sidoarjo

KERAP MACET: Kondisi perempatan Gedangan, Kamis (14/9). Titik tersebut sering macet sehingga pemkab mengusulkan pembangunan underpass sebagai solusi. - Image

KERAP MACET: Kondisi perempatan Gedangan, Kamis (14/9). Titik tersebut sering macet sehingga pemkab mengusulkan pembangunan underpass sebagai solusi.

JawaPos.com – Perempatan Gedangan menjadi salah satu titik kemacetan di Sidoarjo. Karena itu, pemerintah pusat lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi berencana membangun flyover di Gedangan. Namun, Pemkab Sidoarjo mengusulkan skema baru, yakni underpass Gedangan.

Rencana awal, flyover Gedangan bakal dibangun berurutan setelah pembangunan flyover di Aloha dan frontage road tuntas. Dengan begitu, area kemacetan dari Waru, Gedangan, dan Buduran semakin terurai. Namun, kebutuhan anggaran untuk pembangunan flyover Gedangan mencapai ratusan miliar rupiah.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengatakan, pada 2024 atau 2025 pihaknya mengajukan perencanaan yang baru untuk solusi mengatasi kemacetan di perempatan Gedangan. Perencanaan yang lama terkait pembangunan flyover Gedangan, menurut dia, terlalu memakan bahu jalan.

’’Mengapa memakan bahu jalan? Sebab, flyover butuh lahan 1,2 sampai 1,3 hektare, anggarannya gede banget,’’ katanya. Anggaran bakal terkuras untuk pembebasan lahan. Belum lagi untuk pembangunan fisik flyover-nya.

Karena itu, pihaknya mencoba perencanaan baru. Pihaknya juga meminta izin ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali terkait wacana tersebut. ’’Kami izin karena perempatan Gedangan itu berada di jalan nasional kan. Nanti dibuat underpass yang unik,’’ tuturnya.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Rizal Asnan mengatakan, terkait usulan tersebut, akhir tahun ini pihaknya mulai melakukan feasibility study (FS) atau studi kelayakan.

Analisis detail, baik panjang, lebar, maupun lainnya, akan dikaji dalam FS. Termasuk detail kebutuhan anggaran pembangunannya.

Underpass rencananya tidak dibangun di Jalan Ahmad Yani atau jalan besar untuk pengendara dari selatan ke utara atau sebaliknya. ’’Rencananya nanti dibangun dari timur ke barat. Dalam waktu dekat, mulai FS-nya,’’ kata Rizal.

Underpass akan dibangun dari barat di depan kantor Kecamatan Gedangan di Jalan Raya Sukodono hingga ke timur atau di sisi barat perlintasan kereta api Gedangan, sebelum perempatan frontage road Gedangan. Namun, detailnya masih menunggu hasil FS.

Dengan solusi tersebut, diharapkan kemacetan di perempatan Gedangan yang sudah bertahun-tahun bisa terurai. Apalagi, ada dua perempatan di titik tersebut. Perempatan Gedangan di Jalan Ahmad Yani dan perempatan Gedangan frontage road. Beberapa kali kemacetan mengular di titik tersebut. (uzi/c7/any)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore