Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 September 2023 | 19.43 WIB

Dikelilingi Betonisasi, Warga Damarsi Sidoarjo Sulit Beraktivitas, Macet Sampai Jalan Alternatifnya

BUTUH USAHA EKSTRA: Kendaraan memadati Jalan Abdurrahman, Banjarsari, Kecamatan Buduran, yang menjadi jalur alternatif selama betonisasi kemarin. - Image

BUTUH USAHA EKSTRA: Kendaraan memadati Jalan Abdurrahman, Banjarsari, Kecamatan Buduran, yang menjadi jalur alternatif selama betonisasi kemarin.

JawaPos.com – Saat ini ada tiga proyek di perbatasan Buduran dan Sedati yang sedang digarap. Akibatnya, jalanan di sekitar kawasan itu macet. Ada jalan alternatif yang disiapkan, tapi terlalu sempit. Akibatnya, jika volume lalu lintas tinggi, jalan tersebut juga macet.

Tiga proyek itu adalah betonisasi ruas Jalan Raya Kwangsan sepanjang 1,1 kilometer; betonisasi ruas Jalan Damarsi–Banjarsari, Buduran, sepanjang 1,8 kilometer; dan pembangunan Jembatan Prasung.

Imbasnya, warga Damarsi, Dukuh Tengah, dan sekitarnya yang akan menuju utara ke Betro harus memutar melewati Jalan Desa Banjarsari, lalu ke utara melintasi Jalan Raden Saleh hingga tembus Betro dan Kwangsan sisi utara. Sayangnya, jalan tersebut sempit. Di Banjarsari, sebagian jalan juga terimbas proyek betonisasi.

Salah seorang warga, Ebta Hadi, mengeluhkan minimnya jalan alternatif. Warga Damarsi yang akan menuju Betro, Sedati, sering terjebak kemacetan di Banjarsari. Kalau mau lewat jalan besar, jaraknya terlalu jauh karena harus melewati Jalan Lingkar Timur, setelah itu ke arah Gedangan.

’’Sore dan pagi jalan-jalan alternatifnya macet karena sempit dan terbatas. Bahkan kadang harus lewat jalan tikus di pinggiran sungai,’’ katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengakui, kemacetan tidak bisa dihindarkan ketika volume kendaraan tinggi. Namun, pihaknya memastikan warga tidak sampai terisolasi dan tidak bisa ke mana-mana.

’’Kami mohon maaf kepada pengguna jalan karena harus lewat jalan alternatif,’’ tuturnya.

Dia menyebut sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat terkait rekayasa dan sosialisasi jalan alternatifnya. Termasuk tetap memberikan akses bagi motor untuk melewati pinggiran jalan yang sedang dibeton.

’’Sosialisasi sudah dilakukan. Warga diberi pemahaman dan tidak sampai ada yang terisolasi,’’ katanya.

Solusinya, pihaknya mempercepat pengerjaan. Dari rencana awal Desember rampung, pihaknya menargetkan akhir November sudah bisa tuntas. Selain itu, tiap jalan yang sudah selesai akan dibuka lebih dulu.

’’Ini Jalan Kwangsan di sisi utara sudah selesai, tinggal beremnya. Jadi, bisa dilewati pemotor. Hanya, yang sisi selatan masih garap fondasi sehingga harus ditutup total,’’ ujarnya.

Setelah proses rigid beton, baru bisa dibuka tutup jalan menyesuaikan kondisi yang selesai. Betonisasi di Jalan Banjarsari juga dipercepat. ’’Sementara sebagian jalan di sana masih bisa dilewati. Harapannya bisa meminimalkan kemacetan,’’ katanya.

’’Kami upayakan percepatan. Saat ini capaian tiga proyek tersebut sudah melebihi target,’’ tandas Dwi. (uzi/c7/any)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore