Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 September 2023 | 03.12 WIB

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Terima Dua Penghargaan di Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima penghargaan pada puncak peringatan HLH sedunia Provinsi Jatim Tahun 2023 dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa. - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima penghargaan pada puncak peringatan HLH sedunia Provinsi Jatim Tahun 2023 dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

JawaPos.com–Kota Surabaya menerima penghargaan pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) sedunia Provinsi Jawa Timur Tahun 2023. Acara digelar di Markas Komando Divisi Infanteri 2/Kostrad Singosari, Kabupaten Malang, Senin (4/9).

Dalam momen itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima dua penghargaan. Yakni, Green Leadership Terbaik I tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2023 dan Pembina Program Kampung Iklim (Proklim) Terbaik Tahun 2023 Tingkat Provinsi Jatim.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, penghargaan itu diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wali Kota Eri Cahyadi.

”Jadi, ada dua penghargaan yang diterima Pak Wali Kota dalam acara puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Malang,” kata Agus Hebi saat dihubungi usai acara puncak peringatan HLH yang digelar di Kabupaten Malang, Senin (4/9).

Selain itu, Hebi mengungkapkan, dalam puncak peringatan HLH Sedunia, Kota Surabaya juga menerima beberapa kategori penghargaan lain. Yakni penghargaan kategori sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi.

”Total ada 16 sekolah di Surabaya yang menerima Adiwiyata Provinsi. Kemudian untuk kategori ECO Pesantren tingkat provinsi ada 1 yaitu Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Gadel Surabaya,” ungkap Hebi.

Di samping Sekolah Adiwiyata dan ECO Pesantren, Hebi menyebutkan, tujuh kelurahan di Kota Surabaya juga meraih penghargaan Kelurahan Berseri dari Pemprov Jatim. Kelurahan Berseri Kategori Pratama diraih Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung.

”Kelurahan Berseri Kategori Pratama juga diraih Kelurahan Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo; dan Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes,” papar Hebi.

Sedangkan untuk Kategori Madya, diraih tiga kelurahan di Surabaya. Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Dukuh Pakis. Lalu Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung Anyar; dan Kelurahan Rungkut Kidul, Kecamatan Rungkut.

”Sementara untuk kategori mandiri diraih Kelurahan Margorejo, Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Jadi total ada 7 kelurahan yang mendapat penghargaan Kelurahan Berseri,” tutur Hebi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur Jempin Marbun sempat menyinggung soal kualitas udara di Kota Surabaya. Dia menyebut, kualitas udara di Kota Pahlawan kondisinya baik.

”Kami cek tadi jam 8 pagi melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), khususnya di dua kota besar yaitu di Malang dan Surabaya kondisinya baik. Dengan nilai, Malang 37 dan Surabaya 28,” terang Jempin Marbun.

Berdasar penilaian ISPU, dia menjelaskan, untuk nilai 0-50 merupakan kategori baik dan nilai 50-100 kategori sedang. Sedangkan untuk nilai 101-200 merupakan kategori tidak sehat dan nilai 201-300 tergolong kategori sangat tidak sehat.

”Jadi (kualitas udara) Jawa Timur boleh dikatakan sehat,” terang Jempin Marbun.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore