
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama istri dan kedua anaknya saat menghadiri uji coba operasional "Surabaya Night Zoo" di KBS pada 22 Mei lalu. (jawapos.com)
JawaPos.com – Salah satu tempat wisata legendaris di Kota Pahlawan, yaitu Kebun Binatang Surabaya (KBS) kini buka malam hari. Pihak pengelola menamakan wahana malam di KBS sebagai Surabaya Night Zoo (SNZ).
Fasilitas baru di kebun binatang yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1918, dengan nama asli Soerabaiasche Planten-en Dierentuin, itu telah resmi dibuka sejak 25 Juni lalu.
Kasie Humas KBS, Lintang Ratri Sunarwidhi mengatakan, wisata SNZ ini menyajikan 200 spesies hewan yang bisa dilihat mulai dari mamalia, reptil, aves, pisces, bahkan ada pula mamalia yang bisa terbang.
"Tidak hanya itu, SNZ juga memamerkan beberapa awetan satwa yang tidak bisa kita temui di siang hari seperti harimau benggala, kingkong, dan ular yang diawetkan di ruangan diorama," ungkap Lintang seperti dikutip dari Radar Surabaya.
Lintang menambahkan, dibukanya wisata Surabaya Night Zoo ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang fauna dan flora malam hari yang dimiliki KBS.
Namun, ada perbedaan harga tiket untuk SNZ. Jika harga tiket KBS yang biasa buka siang hari adalah Rp 15.000, maka untuk Surabaya Night Zoo, pengujung mengeluarkan biaya lebih besar, yaitu Rp 100 ribu. Sedangkan bagi masyarakat Surabaya, mendapatkan diskon 25 persen sehingga cukup membayar Rp 75.000.
Dengan biaya itu, pengunjung mendapatkan beberapa fasilitas seperti welcoming fire dance dan panduan dari guide yang menggunakan dua Bahasa, yaitu Indonesia dan Inggris.
“Selama proses pemanduan dari guide ini, tidak hanya menjelaskan tentang hewan-hewan yang ada, tapi juga pertunjukan feeding time (pemberian makan untuk hewan),” katanya.
Guide SNZ menjelaskan berbagai hal saat memandu pertunjukan satwa. Mulai dari asal usul hingga kebiasaan para satwa.
“Ternyata buaya ini merupakan hewan yang paling setia, karena jika pasangannya meninggal, dia memilih untuk tidak kawin lagi," kata salah satu guide, Reno Novian Abadi.
Kehadiran SNZ ternyata menjadi daya tarik tersendiri, bahkan bagi masyarakat dari luar kota. Masyarakat bisa merasakan sensasi berada di kebun binatang pada malam hari.
"Setiap hari ada sekitar 200 orang yang berkunjung ke sini. Wisata ini bisa membawa pengunjung menikmati suasana hutan di malam hari," ujar Lintang.
Salah satu pengunjung, Ilham Ashar Risalah berharap agar wisata ini bisa lebih dikembangkan menjadi lebih menarik. "Semoga ke depan ada penambahan hewan supaya lebih banyak belajar tentang satwa," kata pria asal Nganjuk, Jawa Timur, tersebut.
Harapan adanya penambahan satwa untuk SNZ akan direalisasikan dalam beberapa waktu ke depan. Kebun Binatang Surabaya berencana menambah koleksi satwa nocturnal atau yang aktif pada malam hari.
Direktur Operasional KBS, Rika Widyasanti mengatakan, penambahan satwa nocturnal untuk melengkapi kebutuhan SNZ.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
