Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 September 2023 | 20.01 WIB

Merasakan Sensasi Wisata Hutan Malam Hari di Surabaya Night Zoo KBS

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama istri dan kedua anaknya saat menghadiri uji coba operasional "Surabaya Night Zoo" di KBS pada 22 Mei lalu. (jawapos.com) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama istri dan kedua anaknya saat menghadiri uji coba operasional "Surabaya Night Zoo" di KBS pada 22 Mei lalu. (jawapos.com)

JawaPos.com – Salah satu tempat wisata legendaris di Kota Pahlawan, yaitu Kebun Binatang Surabaya (KBS) kini buka malam hari. Pihak pengelola menamakan wahana malam di KBS sebagai Surabaya Night Zoo (SNZ).

Fasilitas baru di kebun binatang yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1918, dengan nama asli Soerabaiasche Planten-en Dierentuin, itu telah resmi dibuka sejak 25 Juni lalu.

Kasie Humas KBS, Lintang Ratri Sunarwidhi mengatakan, wisata SNZ ini menyajikan 200 spesies hewan yang bisa dilihat mulai dari mamalia, reptil, aves, pisces, bahkan ada pula mamalia yang bisa terbang.

"Tidak hanya itu, SNZ juga memamerkan beberapa awetan satwa yang tidak bisa kita temui di siang hari seperti harimau benggala, kingkong, dan ular yang diawetkan di ruangan diorama," ungkap Lintang seperti dikutip dari Radar Surabaya.

Lintang menambahkan, dibukanya wisata Surabaya Night Zoo ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang fauna dan flora malam hari yang dimiliki KBS.

Namun, ada perbedaan harga tiket untuk SNZ. Jika harga tiket KBS yang biasa buka siang hari adalah Rp 15.000, maka untuk Surabaya Night Zoo, pengujung mengeluarkan biaya lebih besar, yaitu Rp 100 ribu. Sedangkan bagi masyarakat Surabaya, mendapatkan diskon 25 persen sehingga cukup membayar Rp 75.000.

Dengan biaya itu, pengunjung mendapatkan beberapa fasilitas seperti welcoming fire dance dan panduan dari guide yang menggunakan dua Bahasa, yaitu Indonesia dan Inggris.

“Selama proses pemanduan dari guide ini, tidak hanya menjelaskan tentang hewan-hewan yang ada, tapi juga pertunjukan feeding time (pemberian makan untuk hewan),” katanya.

Guide SNZ menjelaskan berbagai hal saat memandu pertunjukan satwa. Mulai dari asal usul hingga kebiasaan para satwa.

“Ternyata buaya ini merupakan hewan yang paling setia, karena jika pasangannya meninggal, dia memilih untuk tidak kawin lagi," kata salah satu guide, Reno Novian Abadi.

Kehadiran SNZ ternyata menjadi daya tarik tersendiri, bahkan bagi masyarakat dari luar kota. Masyarakat bisa merasakan sensasi berada di kebun binatang pada malam hari.

"Setiap hari ada sekitar 200 orang yang berkunjung ke sini. Wisata ini bisa membawa pengunjung menikmati suasana hutan di malam hari," ujar Lintang.

Salah satu pengunjung, Ilham Ashar Risalah berharap agar wisata ini bisa lebih dikembangkan menjadi lebih menarik. "Semoga ke depan ada penambahan hewan supaya lebih banyak belajar tentang satwa," kata pria asal Nganjuk, Jawa Timur, tersebut.

Harapan adanya penambahan satwa untuk SNZ akan direalisasikan dalam beberapa waktu ke depan. Kebun Binatang Surabaya berencana menambah koleksi satwa nocturnal atau yang aktif pada malam hari.

Direktur Operasional KBS, Rika Widyasanti mengatakan, penambahan satwa nocturnal untuk melengkapi kebutuhan SNZ.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore