Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Agustus 2023 | 05.56 WIB

Tiga Fakta Keluarga Anak 13 Tahun di Surabaya Putus Sekolah

Remaja putus sekolah di kediamannya di kawasan Morokrembangan, Surabaya. - Image

Remaja putus sekolah di kediamannya di kawasan Morokrembangan, Surabaya.

JawaPos.com–Warga Morokrembangan Surabaya, W, 32, tak tahu harus bagaimana untuk memberikan makan kepada kelima anaknya. Selama ini, dia menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari anak sulungnya, TY, berjualan tahu bakso keliling.

Selain itu, dia juga menggantungkan hidup kepada ibunya yang sudah berusia 65 tahun lebih. Berikut beberapa fakta yang telah dirangkum JawaPos.com soal W:

  1. Menikah dua kali

Kelima anaknya beda ayah atau bapak. Menikah di usia 19 tahun, W dan suaminya dikaruniai satu orang putri, TY. Saat ini, TY, berusia 13 tahun dan tak melanjutkan pendidikan di jenjang sekolah dasar.

Pernikahannya tak berlangsung lama. W berpisah dan menikah kembali hingga dikaruniai empat anak lagi.

  1. Anak pertama putus sekolah dan berjualan tahu bakso

W mengaku bahwa dirinya tak pernah memaksa TY untuk berjualan tahu bakso keliling. Dia sempat khawatir dengan keputusan TY.

”Dia (TY) sendiri yang meminta katanya mau bantu ibu. Saya juga nelangsa, mau kerja pengin sekali tapi ini anak masih kecil-kecil pada ASI,” kata W.

  1. Anak-anak tidak ada yang sekolah

Anak pertama hingga ketiga seharusnya sudah masuk usia sekolah. Anak pertama sebetulnya sudah duduk di jenjang SMP. Sayangnya di kelas 5 sekolah dasar berhenti. Lalu, anak kedua dan ketiga juga sekolah tapi tidak ada dana, W tak menyekolahkan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore