Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Januari 2020 | 23.37 WIB

Nostalgia Masa Kecil, 13 Menu Khas Jatim Hadir Di Festival Ndeso

Suasana Festival Ndeso di Sidoarjo, Minggu (12/1). (Diar Candra/Jawa Pos) - Image

Suasana Festival Ndeso di Sidoarjo, Minggu (12/1). (Diar Candra/Jawa Pos)

JawaPos.com - Jawa Timur dengan area yang luas dikenal memiliki berbagai macam kekhasan kuliner. Dengan citarasa asin, pedas, gurih, atau manis maka tiap kota dan kabupaten di Jawa Timur punya andalan menu masing-masing.

Sekitar 13 menu dari berbagai wilayah di Jawa Timur hadir dalam Festival nDeso yang digelar oleh KB & TPAM Sakha Minggu (12/1). Acara yang berlangsung di area Gedangan Sidoarjo ini berlangsung mulai pukul 06.30 WIB hingga siang hari. Dengan menukarkan kupon para pengunjung bisa menikmati kuliner dari banyak wilayah Jawa Timur ini secara gratis.

Berbagai menu hadir di lapak-lapak yang dimasak dan diracik sendiri oleh para orang tua KB & TPAM Sakha. Misalnya Pecel Tumpang Kediri, Sego Boranan Lamongan, Lontong Sayur Bojonegoro, Sego Empog Malang, Nasi Pecel, Sego Bandeng Presto Sidoarjo, Ketan Legenda Batu, Sate Ponorogo, Tahu Tek Surabaya, Lontong Kupang Surabaya, dan Bubur Madura. Untuk minum pun disediakan gratis. Mulai air putih sampai wedang jahe.

Sejak pukul 07.00 WIB terlihat antrian sudah terjadi di depan beberapa stand. Bukan hanya para ibu yang antusias, bapak-bapak pun rela mengantri untuk bergiliran mendapat menu-menu yang disajikan wali murid KB & TPAM Sakha itu.

Para orang tua ini yang melayani di stand-stand ini pun berdandan sesuai tema festival. Misalnya mengenakan caping atau berpakaian batik lurik.

Nah, agar ramah lingkungan maka sejak awal diinfokan kepada para orang tua agar membawa kotak makan dan botol minum sendiri. Kalaupun stand-stand tersebut menyediakan sendok, sendok yang dipakai adalah sendok kayu atau malah dari daun. Namun jika tak membawa peralatan makan dan minum sendiri tak usah khawatir. Makanan disajikan dalam wadah daun pisang. Tanpa pengenal masuk Festival Ndeso ini pun dibuat unik dengan mencelupkan jari ke dalam parutan kunyit.

"Menu-menunya enak, kelihatan higienis juga penyajiannya. Masakannya bikin kangen rumah," kata Rista, ibu satu anak yang mengunjungi Festival Ndeso itu.

Ketua panitia Sofi Apriliani mengatakan festival ini digelar setiap tahun dan sudah memasuki tahun keempat. Harapannya festival ini dari tahun ke tahun semakin semarak dan gayeng.

"Kita membagi 1.300 kupon makan gratis dan setiap kupon berlaku untuk dua menu. Jadi silakan menikmati sepuasnya kuliner yang ada disini," ucap Sofi.

Tak hanya kuliner ala desa yang tersaji. Para anak-anak pun bisa bersenang-senang dengan jenis permainan tradisional. Misalnya dakon, egrang, engklek, bola bekel, sampai tarik tambang. Ada juga aktifitas menggambar dengan cat air serta membuat layang-layang.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore