
TANPA PENUMPANG: Sopir angkot WK Abdul Karim membersihkan angkotnya saat menunggu penumpang di Terminal Keputih kemarin (11/12). (Dimas Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com – Keberadaan angkutan kota (angkot) di Surabaya kian menyusut. Salah satunya angkot yang melayani jalur Osowilangun–Keputih (angkot WK) yang dulu pernah menjadi primadona. Namun, eksistensinya sekarang kian terancam. Armadanya pun hanya tersisa 27 unit.
Sepuluh unit angkutan umum itu tampak terparkir di Terminal Keputih kemarin siang (11/12). Berjam-jam menunggu, belum juga tampak penumpang yang naik. Para sopirnya pun memilih santai sambil berharap kendaraan mereka segera penuh.
Pemandangan tersebut lumrah terlihat di sana saat ini. Keadaan itu sudah berlangsung cukup lama. Makin hari makin sepi. Ada penumpang yang naik pun baru di kawasan Tambaksari hingga menuju Osowilangun. Sementara itu, selepas Tambaksari hingga menuju terminal, bisa dipastikan sepi penumpang.
Sebelumnya, trayek itu terdapat 100 armada. Namun, beberapa tahun terakhir makin menyusut. Berdasar data yang dihimpun Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, jumlahnya hanya tersisa 27 unit.
Hal yang sama terjadi di Terminal Kedung Cowek. Bahkan, kini tidak ada angkot yang menuju ke sana. Salah satu penyebabnya adalah sepi penumpang. ’’Karena potensi penumpang tidak ada, angkot-angkot itu tidak mau masuk,’’ jelas Kabid Angkutan Dishub Surabaya Sunoto.
Menurut dia, terminal tersebut memang awalnya diharapkan bisa mengantisipasi perkembangan kawasan Suramadu. Mobilitas warga dari dan ke Madura bisa ditampung di sana. ’’Layanan antarkota dalam provinsi (AKDP, Red) untuk berganti moda dengan angkutan kota bisa tertampung sehingga bisa terkoneksi dengan kawasan-kawasan lain atau pusat kota,’’ paparnya.
Namun, saat ini kawasan itu telah menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Misalnya, di dekat terminal sudah ada bangunan sekolah dasar. Kemudian, di sisi timur ada lapangan tembak serta dekat dengan jalan lingkar luar timur (JLLT). ’’Pertumbuhan ekonomi di sekitar terminal itu nanti bisa menjadikan pemanfaatan Terminal Kedung Cowek lebih maksimal,’’ ucapnya.
Soal angkutan, dia menyebut kini pihaknya masih fokus pada angkutan trunk. Yakni, angkutan yang bisa menampung banyak penumpang. ’’Kami fokus dulu pada operasional bus besar. Suroboyo Bus dan bus kota,’’ katanya.
Saat ini konsep trunk sudah berjalan. Sementara itu, feeder masih memerlukan banyak persiapan. Dia menambahkan, angkutan itu bakal disiapkan pada 2021.
Dalam perencanaan feeder tersebut, penataan jalur angkot juga masuk. Dishub akan menata jalur mana yang sekiranya terdapat banyak penumpang dan menghasilkan interkoneksi layanan yang baik.
Photo

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
