Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Juni 2019 | 01.27 WIB

Regulasi Baru Properti Bikin Jumlah Pengembang di Sidoarjo Bertambah

PERKEMBANGAN PROPERTI: Perumahan kelas menengah di kawasan Kecamatan Taman, Sidoarjo. Para pengembang baru mulai melirik wilayah barat yang masih jarang perumahan. (Frizal/Jawa Pos) - Image

PERKEMBANGAN PROPERTI: Perumahan kelas menengah di kawasan Kecamatan Taman, Sidoarjo. Para pengembang baru mulai melirik wilayah barat yang masih jarang perumahan. (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.com - Regulasi-regulasi anyar sektor properti menarik minat investor baru untuk menyasar Sidoarjo. Para pengembang anyar itu pun menjadi anggota Realestat Indonesia (REI) Sidoarjo.

Ketua REI Sidoarjo Soesilo Efendy menyatakan, hingga bulan ini jumlah anggota tercatat mencapai sekitar 250 developer. Akhir tahun lalu masih ada sekitar 200 perusahaan. ’’Pengembang baru itu ada yang memiliki lebih dari satu proyek,’’ katanya.

Soesilo mengatakan, para investor tersebut datang seiring adanya perubahan kebijakan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Delta. Pemkab membuka kesempatan kepada pengembang untuk membangun perumahan baru di seluruh kecamatan.

Dia menambahkan, banyak anggota yang melirik kawasan barat. Di antaranya, Kecamatan Tarik dan Balongbendo. Sebab, perumahan di dua kawasan tersebut masih minim. Bahkan, di Tarik belum ada. Di Balongbendo baru ada satu. Padahal, lanjut dia, dua kecamatan itu memiliki akses jalan utama yang merupakan jalur perbatasan. ’’Pemkab sudah membuka jalan untuk kami. Saya yakin ke depan mulai banyak berinvestasi,’’ paparnya.

Selain itu, REI mendukung Perbup 59/2018 tentang Penentuan Luas Minimal Lahan Rumah. Sebelumnya, pemkab menentukan luas minimal 90 meter persegi. Sekarang menjadi 72 meter persegi dengan catatan rumah harus dua lantai. ’’Makin mengecilnya lahan kami mudah menjual dengan harga terjangkau,’’ ucapnya.

REI juga bekerja sama dengan pemkab untuk memenuhi kebutuhan makam. ’’Setiap anggota, jika bangun perumahan, harus ikut partisipasi membangun makam juga,’’ ucapnya.

Menurut dia, setiap pengembang bisa membangun fasilitas umum sekitar 2 persen dari total luas perumahan. Kendalanya, ada sebagian penghuni yang menolak lantaran lokasi dekat dengan perumahan. Karena itu, REI Sidoarjo berinisiatif mengembangkan pemakaman berdasar kawasan. ’’Yang ada baru di wilayah timur. Yakni, di Kelurahan Gebang,’’ tuturnya.

Soesilo mengatakan, tahun ini pihaknya membangun lokasi makam baru di wilayah barat. Tepatnya di sekitar Tarik.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore