Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Juli 2023 | 22.36 WIB

Antisipasi El Nino, Pemkot Surabaya Tanam 9 Bahan Pangan Pengganti Padi

Pemkot Surabaya melakukan penanaman sembilan bahan pangan pengganti padi. - Image

Pemkot Surabaya melakukan penanaman sembilan bahan pangan pengganti padi.

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan penanaman sembilan bahan pangan pengganti padi. Langkah itu dilakukan sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan sekaligus antisipasi menghadapi fenomena iklim El Nino.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, penanaman sembilan bahan pangan pengganti padi dilakukan dengan memanfaatkan lahan idle atau aset-aset tidur milik Pemkot Surabaya.

”Kita juga menanam pangan ya, ada sembilan bahan pengganti padi. Kami juga menanam jagung, sagu, di lahan-lahan punya pemkot yang idle. Tapi kami juga berkoordinasi dengan daerah-daerah lain, karena memang wilayah pertaniannya lebih besar,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Minggu (30/7).

Selain itu, Wali Kota Eri Cahyadi menyebutkan, Pemkot Surabaya memiliki Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Salah satu tugas adalah untuk mencegah atau mengantisipasi kenaikan harga pokok di pasaran.

”Jadi kita ini sudah ada Tim Inflasi (TPID). Tim Inflasi ini salah satu tugasnya adalah melihat harga pasar setiap minggu, mulai cabai dan macam-macam,” jelas Eri.

Nah, untuk mencegah kenaikan harga barang, Wali Kota Eri Cahyadi menyatakan, Pemkot Surabaya menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah penghasil bahan pokok. Kerja sama dilakukan untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga dari produsen.

”Untuk mencegah kenaikan barang, kita kerja sama dengan daerah-daerah penghasil, seperti telur dengan Blitar, bawang putih dan merah dengan Nganjuk. Itu sudah kita lakukan,” jelas Eri.

Menurut dia, kerja sama dengan daerah lain itu dilakukan karena Kota Surabaya bukan daerah penghasil, melainkan pemakai. Itu dilakukan supaya Surabaya bisa mendapatkan harga lebih murah tanpa melalui tengkulak atau pihak ketiga.

”Karena Surabaya ini bukan penghasil, tapi pemakai. Jadi kami kerja sama dengan daerah lain,” ucap Eri.

Wali Kota Eri menyebut, apabila harga bahan pokok di Surabaya mengalami kenaikan karena pupuk atau cuaca, pemkot tidak bisa mencegah. Namun, jika kenaikan harga barang itu disebabkan faktor bahan bakar minyak (BBM), pemkot akan melakukan subsidi.

”Kalau di sini naik karena pupuk atau lainnya, kami tidak bisa lagi menahan kenaikan harga. Tapi kalau transportasi (BBM) yang naik, kami bisa melakukan subsidi. Tapi kalau pupuk naik dan menyebabkan harga tinggi, kami akan tetap mempertahankan harga kulak,” papar Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore