
Kebun Raya Mangrove Surabaya seluas 34 hektare diresmikan Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) Megawati Soekarnoputri pada 26 Juli 2023.
JawaPos.com–Hutan Mangrove berperan penting sebagai paru-paru dunia. Diperkirakan 3,14 miliar ton blue carbon tersimpan di dalam hutan mangrove Indonesia.
Ekosistem mangrove memiliki peran ekologis yang strategis dan erat kaitannya terhadap fungsi adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim. Keberadaan mangrove yang subur di kawasan pesisir juga dapat meningkatkan resiliensi masyarakat pesisir terhadap perubahan cuaca dan meminimalisir dampak bencana alam seperti tsunami, badai dan gelombang pasang surut air laut.
Kota Surabaya memiliki kawasan lindung yang terletak di wilayah pesisir pantai timur Surabaya luasnya mencapai 2.500 hektare. Sebagian merupakan hutan mangrove dengan luas kurang lebih 340 hektare, membentang dari semenanjung pesisir Kecamatan Gunung Anyar hingga pesisir Kecamatan Mulyorejo.
Pada 2017, Wali Kota Surabaya menyampaikan permohonan kepada Kepala LIPI (yang sekarang telah bertransformasi menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN), terkait rencana untuk membangun Kebun Raya Mangrove Surabaya, melalui surat Nomor 522/ 639/436.7.10/2017.
Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2011, LIPI berperan melakukan pembinaan terhadap pembangunan kebun raya di seluruh Indonesia. Selanjutnya, dikeluarkan Surat Keputusan Wali Kota Nomor 188.45/ 145/ 436.1.2/ 2018 tentang Penetapan Lokasi Kebun Raya Mangrove Surabaya.
Dengan bantuan dari Kementerian PUPR, selanjutnya disusun master plan pembangunan Kebun Raya Mangrove, pada 2018. Setelah melalui proses yang panjang Kebun Raya Mangrove yang memiliki luas 34 hektare itu diresmikan pada 26 Juli 2023, bertepatan dengan Hari Mangrove Internasional.
Peresmian dilakukan Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) Megawati Soekarnoputri yang sekaligus juga adalah Presiden ke-5 Republik Indonesia.
Hal tersebut merupakan kebanggaan sekaligus pemacu semangat, agar Kebun Raya Mangrove Surabaya dapat terus dikembangkan dan dikelola dengan baik secara berkelanjutan. Kebun Raya Mangrove Surabaya saat ini memiliki 57 jenis tanaman mangrove yang saat ini sedang melakukan eksplorasi 3 jenis baru yang akan menambah koleksi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap, Kebun Raya Mangrove dapat menjadi simbol komitmen dalam menjaga keanekaragaman hayati dan destinasi wisata unggulan.
”Sekaligus sebagai wahana konservasi mangrove dan juga pengembangan sumber pangan alternatif,” ujar Eri.
Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R. Hendrian menyampaikan selamat dan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kota Surabaya atas diresmikannya Kebun Raya Mangrove.
”Diresmikannya Kebun Raya Mangrove ini merupakan bentuk kerja sama yang sangat baik antara BRIN dengan Pemkot Surabaya. Semoga pelaksanaan fungsi kebun raya, terutama fungsi konservasi, dapat dilaksanakan dengan baik,” ucap Hendrian.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
