Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Juni 2023 | 04.14 WIB

Hilangkan Kesan Kumuh, Pemkot Surabaya Gelar Kerja Bakti di 191 TPS

Pemkot Surabaya kerja bakti membersihkan tempat pembuangan sampah. - Image

Pemkot Surabaya kerja bakti membersihkan tempat pembuangan sampah.

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar kerja bakti membersihkan tempat pembuangan sampah (TPS) se-Surabaya. Kegiatan itu diikuti seluruh jajaran perangkat daerah (PD) di lingkungan pemkot.

Kerja bakti tersebut dilakukan untuk menghilangkan kesan kumuh TPS, mengantisipasi penumpukan sampah, dan mencegah timbulnya bau kurang sedap di 191 TPS se-Surabaya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agus Hebi Juniantoro mengatakan, kerja bakti yang dilakukan adalah pembersihan, pengecatan, hingga perantingan di area TPS. Salah satunya adalah untuk menghilangkan kesan masyarakat terhadap TPS yang dikenal sebagai tempat kumuh.

Pemkot Surabaya mempercantik TPS melalui kegiatan kerja bakti mulai 26-27 Juni. Kita ubah image (gambaran) TPS. Kita siapkan petugas checklist untuk memonitor volume sampah dan gerobak di TPS. Karena gerobak harus kembali ke RW masing-masing, serta tidak boleh meninggalkan hasil pulungan sampah di TPS,” kata Hebi di TPS Kaliwaron Surabaya, Senin (26/6).

Hebi menjelaskan, petugas checklist bisa mengatur gerobak sampah sesuai jadwal. Yakni, agar tidak datang bersamaan ke TPS sehingga tidak menimbulkan penumpukan.

”Jam pengangkutan sampah pun sudah kita tempel, jadi warga bisa mengawasi. Misalnya pukul 08.15 WIB untuk pengangkutan pertama, tetapi pukul 08.30 belum diangkut, warga bisa melapor ke DLH. Jadi tidak ada penumpukan sampah agar TPS tetap bersih,” jelas Agus Hebi Juniantoro.

”Untuk pulungan sampah, memilah di lokasi lain atau segera dibawa pulang. Di sini sampah saja, agar bisa segera diangkut ke mobil pengangkut sampah untuk dibawa ke TPA, karena kita menginginkan TPS itu bersih,” tambah dia.

Setelah kerja bakti, seluruh sampah diangkut DLH Surabaya menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo. Sedangkan hasil perantingan diangkut menuju ke rumah kompos.

”Karena volume TPS berbeda-beda, ada TPS menjadi tempat pembuangan sampah kasur dan sofa. Sebaiknya jangan dicampur di TPS, tetapi di dekat TPS ada lahan lain yang kita siapkan. Itu memudahkan kita untuk pengangkutan,” terang Agus Hebi Juniantoro.

Dia berharap dengan kerja bakti tersebut masyarakat tidak memandang TPS sebagai tempat yang kumuh. Sebab, TPS dijaga kebersihannya agar tidak menimbulkan dampak lingkungan.

”Jadi nanti kalau kita membuka TPS baru, masyarakat tidak akan fobia (ketakutan) atau memandang TPS itu bau dan sebagainya. Karena TPS harus bersih dan tidak menimbulkan dampak lingkungan,” ucap Agus Hebi juniantoro.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore