Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 September 2018 | 23.04 WIB

Etape Pertama ITdBI 2018 Didominasi Pembalap Australia

Para pembalap ketika melintasi Masjid Agung Baiturrahman - Image

Para pembalap ketika melintasi Masjid Agung Baiturrahman

JawaPos.com - Para pembalap St George Continental Cycling Team finis tiga besar etape pertama International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018. Pembalap terdepan yang finis pertama adalah Marcus Culey. Rider asal Australia ini berhasil finis dengan catatan waktu 3 jam, 42 menit dan 10 detik


Pembalap 23 tahun ini mengungguli rekan satu tim dan negaranya Mathew Zenovich dengan selisih 1 menit dan 37 detik. Sementara posisi ketiga ditempati rider St George lainnya Benjamin Dyball yang terpaut jarak 3 menit dan 46 detik.


Etape pertama ITdBI 2018 menyuguhkan medan mendatar dengan tanjakan kategori dua pada 13 km terakhir. Para pembalap menempuh rute sepanjang 153,1 km dari Kantor Bupati Banyuwangi menuju Wisata Rawa Bayu, Songgon.


Lintasan flat menjadi santapan empuk bagi para sprinter. Mathew Zenovich, Odi Purnomo Setiawan (PGN Cycling Team), Niels van der Pijl (PCS Cycling Team) dan Mario Vogt (Sapura) memimpin rombongan sejak awal balapan. Mereka berada di garis terdepan hingga intermediate pertama.


Komposisi pembalap terdepan berubah menjelang intermediate kedua di Sumberberas. Dylan Page asal Sapura memimpin balapan. Dylan Page sempat menguasai balapan hingga 30 km menjelang garis finis. Ia dibayang-bayangi oleh Culey, Zenovich dan Irish Valenzuela dari 7 Eleven.


Culey dan Zenovich kemudian memimpin balapan pada 20 km terakhir. Mereka berdua berada di depan enam pembalap yang gabung di grup kedua dengan jarak empat menit. Sedangkan rombongan besar berada di baris ketiga dengan jarak kurang lebih sembilan menit dari duo pembalap terdepan.


Culey mulai meninggalkan Zenovich ketika balapan sudah memasuki tanjakan. Culey berhasil finish pertama dengan gap lebih dari semenit. Dalam keterangan persnya selepas balapan, Culey menyebut ITdBI 2018 adalah balapan yang berat. Selain dihadang medan terjal, pada pembalap juga diterpa cuaca yang panas.


"Ketika sudah 15 km menjelang finis saya mencoba breakaway. Akhirnya bertemu empat pembalap lainnya, dua di antaranya teman saya," ucap Culey. Culey mengaku sebagai pembalap dengan tipikal climber. Oleh sebab itu tanjakan di akhir etape pertama dengan mudah ia taklukkan.


"Karena ini memang spesialisasi saya, jadi saya berusaha untuk finish terdepan," imbuhnya.


Sementara pembalap Indonesia yang tergabung di tim KFC Selamat Juangga mengakui dominasi para pembalap Australia dari tim St George. "Memang mereka sangat kuat, dan cuaca juga cukup panas," sebut Juangga.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore