alexametrics

Tersukses di Basel, Leani Oktila Dipastikan Lolos ke Tokyo 2020

Raih 2 Emas di Kejuaraan Para-Badminton
27 Agustus 2019, 15:09:18 WIB

JawaPos.com–Hasil fantastis di Kejuaraan Dunia 2019 tidak hanya diukir Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Kabar sangat baik juga datang dari skuad Merah Putih yang sukses memborong 4 emas, 2 perak, dan 4 perunggu dari cabang para-badminton.

Dari jumlah itu, Leani Ratri Oktila menjadi atlet paling sukses. Pemain yang terjun di kategori SL4 (standing lower 4) tersebut mengoleksi dua emas dari nomor tunggal putri dan ganda campuran. Juga satu perak dari nomor ganda putri.

Hasil itu mengantar dia lolos ke Paralympic Tokyo 2020. Padahal, masa kualifikasi masih menyisakan delapan bulan lagi.

”Iya, saya sudah lolos untuk tiga nomor yang saya ikuti,” ungkap Leani ketika dihubungi Jawa Pos kemarin. ”Ke depan, masih banyak event. Cuma, saya belum tahu akan diturunkan di mana oleh NPC (National Paralympic Committee) Indonesia. Yang penting selalu siap saja,” lanjut pemain berusia 28 tahun itu.

Salah satu medali paling berkesan bagi Leani adalah yang berasal dari nomor tunggal putri. Sebab, itu gelar perdana dia dari nomor tersebut. Pada edisi 2017, dia hanya meraih perak. Nah, pada final Minggu lalu (25/8), dia mengalahkan Chen Hefang (Tiongkok) 21-16, 21-16.

Chen adalah lawan yang mengalahkan dia dalam final Asian Para Games 2018 di Jakarta lalu. So, itu revans yang sangat manis.

”Saya nggak menyangka bisa menang straight game,” kata Leani.

Itu bisa dimaklumi. Sebab, di hari yang sama, dia harus menjalani final di nomor ganda putri dan campuran.

”Secara fisik sih lebih melelahkan saat latihan. Tapi, saat pertandingan itu lebih berat secara mental,” lanjut dia.

Perempuan kelahiran Bangkinang, Kampar, Riau, itu menambahkan, hasil 2 emas dan 1 perak sudah sesuai dengan targetnya. Namun, dia tetap berharap di event lain nanti bisa memborong tiga emas sekaligus.

Sementara itu, pelatih para-badminton Nurrochman membenarkan bahwa capaian tim Indonesia sudah memenuhi target NPC. Baik jumlah medali maupun nomor pertandingan. ”Tetapi, harus selalu evaluasi untuk persiapan Paralympic Games 2020,” ujar Nurrochman.

Capaian di Basel itu mengulang hasil edisi 2017 yang digelar di Ulsan, Korea Selatan. Saat itu tim Indonesia memborong medali dengan jumlah yang sama dengan tahun ini. Namun, prestasi tahun ini terasa lebih penting. Sebab, kejuaraan dunia kali ini menjadi test case untuk persiapan menyongsong multievent terbesar dunia bagi atlet disabilitas di Tokyo tahun depan.

”Peluang untuk meraih emas di Paralympic Games cukup besar. Sampai saat ini saya masih menargetkan bisa mengambil dua emas,” papar Nurrochman. ”Mulai sekarang kami harus persiapkan atlet lebih keras untuk ajang itu,” lanjut dia.

Selain Leani, ada beberapa pemain yang juga meraih medali dobel. Misalnya Dheva Anrimusthi. Dia meraih emas tunggal putra di kategori SU5 setelah mengalahkan Suryo Nugroho 21-15, 21-15. Dia juga meraih gelar juara di sektor ganda putra SU5, berpasangan dengan Hafizh Briliansyah Prawiranegara.

Sementara itu, pemain senior Ukun Rukaendi (SL3) meraih dua perunggu.

Seperti Ahsan dkk, seluruh tim para-badminton juga dijamu makan malam oleh Duta Besar Indonesia untuk Swiss Muliaman Darmansyah Hadad.

Menurut rencana, malam ini tim Indonesia tiba di Jakarta dan bakal disambut Menpora Imam Nahrawi serta Ketua Umum PP PBSI Wiranto.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : feb/c11/na



Close Ads