
Atlet para tenis meja Indonesia Leli Marlina melakukan servis bola ke arah atlet Kamboja Saroung Sorn pada pertandingan tunggal putri kelas 4-5 Asian Para Games 2026 di Sky Hall Toyota, Jepang, Jumat (16/10/2026). Leli Marlina menang dengan skor 3-0 (11-4), (11-4), (11-5). Kontingen Indonesia mengakhiri Asian Para Games 2026 di peringkat kedelapan dengan 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu. Raihan tersebut melampaui target awal pemerintah yang mematok tujuh medali emas. (ANTARA/HO-NPC INDONESIA/Dwi Prasetya/aa.)
JawaPos.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengapresiasi perjuangan kontingen Indonesia yang finis di peringkat kedelapan klasemen akhir Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Indonesia menutup kompetisi dengan raihan 15 medali emas, 21 perak, dan 37 perunggu. Total 73 medali tersebut melampaui target awal pemerintah, yakni tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu.
Tambahan emas terakhir Indonesia dipersembahkan cabang olahraga boccia pada Sabtu (24/10). Tim yang diperkuat Muhammad Syafa, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha meraih medali emas ke-15 setelah mengalahkan Thailand dengan skor 11-3 pada nomor Mixed Team BC1/BC2.
Sementara itu, cabang olahraga para angkat berat menyumbangkan medali perak melalui Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan A. Hadi.
Menpora Erick mengaku bangga atas kerja keras seluruh atlet dan ofisial yang berjuang sejak hari pertama hingga penutupan. Menurutnya, konsistensi para atlet menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan Indonesia melampaui target medali.
“Alhamdulillah, Indonesia berhasil masuk delapan besar hingga penutupan Asian Para Games 2026. Dari target awal tujuh medali emas, kita berhasil meraih 15 emas dengan total 73 medali,” kata Erick dalam keterangannya, Minggu (25/10).
“Saya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga yang mendampingi bersama Ketua NPC Indonesia, Bapak Senny Marbun dan Chef de Mission, Prof. Reda Manthovani sangat mengapresiasi perjuangan seluruh atlet dan ofisial yang tampil total dan konsisten sejak hari pertama hingga hari terakhir demi menunjukkan kedigdayaan bangsa. Hebatnya perjuangan mereka juga sama sekali tak mengendur walaupun target emas sudah tercapai,” sambungnya.
Selain mengapresiasi atlet, Erick menyoroti kerja sama antara National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Chef de Mission (CdM), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Menurutnya, koordinasi yang solid, perencanaan matang, dan penetapan target terukur berperan penting dalam pencapaian kontingen Indonesia di ajang olahraga disabilitas tingkat Asia tersebut.
“Saya juga sangat senang NPC dan CdM bekerja sama dengan baik serta mampu menepati target-target yang telah dikoordinasikan bersama Kemenpora. Inilah bukti mengapa dalam membangun olahraga kita harus kompak, dan juga harus benar-benar memastikan semua target bisa tercapai, sesuai dengan strategi besar pembangunan olahraga Indonesia,” ujar Erick.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022