
Kontingen Indonesia telah tiba di Nagoya, Jepang, menjelang beraksi di Asian Para Games 2026. (Dok. NPC Indonesia)
JawaPos.com - Atlet para angkat berat Indonesia Margono menyumbangkan medali perunggu pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, setelah menempati peringkat ketiga dalam pertandingan nomor putra kelas -65 kilogram di Nagoya City Trade & Industry Center, Jepang, Selasa.
Berdasarkan statistik dalam laman penyelenggara, Margono mencatatkan angkatan terbaik 177 kilogram untuk memastikan dirinya naik ke podium. Hasil tersebut menempatkannya di bawah atlet China Yi Zou yang meraih medali emas dengan angkatan terbaik 216 kilogram, serta wakil India Ashok yang memperoleh perak melalui angkatan 192 kilogram.
Zou mencatatkan angkatan terbaik dengan keunggulan 24 kilogram melawan Ashok yang berada di posisi kedua. Sedangkan Margono terpaut 15 kilogram dari peraih perak.
Dalam pertandingan final tersebut, atlet tanah air itu mengawali penampilannya dengan cukup bagus, ketika berhasil mengangkat beban seberat 170 kilogram pada kesempatan pertama.
Namun, upayanya meningkatkan catatan angkatan menjadi 175 kilogram pada percobaan kedua belum membuahkan hasil. Margono gagal menyelesaikan angkatan tersebut sehingga harus memaksimalkan kesempatan terakhir untuk memperbaiki posisinya.
Saat angkatan ketiga, atlet itu berhasil mengangkat beban seberat 177 kilogram. Catatan tersebut menjadi angkatan terbaiknya sekaligus memastikan medali perunggu bagi kontingen Merah Putih.
Baca Juga:Asian Para Games 2026: Kadek Yasa Persembahkan Emas dan Torehkan Rekor Dunia untuk Orang Tua
Dalam regulasi penyelenggara, cabang para angkat berat mempertandingkan kemampuan atlet mengangkat beban dalam posisi berbaring melalui gerakan bench press. Atlet dinilai berdasarkan beban terberat yang berhasil diangkat secara sah dari rangkaian kesempatan yang diberikan.
Sementara itu, Yi Zou merupakan pemegang rekor dunia para angkat berat 222 kilogram. Dia mencatatkan rekor tersebut pada Asian Para Games 2022 di Hangzhou, China, 23 Oktober 2023 (dilaksanakan terlambat akibat pandemi COVID-19).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022