
Sempat tertinggal di gim pertama, Amri/Nita bangkit untuk merebut dua gim berikutnya dari Yuta/Maya di Asian Games 2026. (Dok. Instagram/@badminton.ina)
JawaPos.com – Setelah tim putra Indonesia membuka keran emas bulu tangkis Asian Games 2026 lewat nomor beregu putra, giliran sektor perorangan mulai dipertandingkan. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah langsung tancap gas. Mereka melewati dua babak dalam sehari dan memastikan tiket perempat final ganda campuran.
Ya, Amri/Nita mengawali perjalanan dengan kemenangan telak atas wakil Kazakhstan Makhsut Tajibullayev/Nargiza Rakhmetukkayeva. Mereka menang 21-7, 21-11 pada babak 32 besar kemarin.
Tak lama berselang, pasangan Indonesia itu kembali ke lapangan untuk menjalani babak 16 Besar. Kali ini, Yuta Watanabe/Maya Taguchi menjadi lawan yang harus dihadapi. Sempat tertinggal setelah kalah 9-21 di gim pertama, Amri/Nita bangkit untuk merebut dua gim berikutnya 21-18, 21-15.
"Alhamdulillah bersyukur bisa bermain tanpa cedera dan bisa menang, masuk ke babak selanjutnya," ujar Amri.
Kebangkitan tersebut tidak lepas dari perubahan strategi. Pada awal pertandingan, rencana yang disusun berdasarkan analisis video permainan pasangan Jepang, justru mampu diantisipasi Yuta/Maya. Situasi itu membuat Amri/Nita kesulitan mengembangkan permainan.
Arahan dari pelatih kemudian membuat permainan mereka lebih agresif. Amri/Nita diminta menaikkan tempo sekaligus berani memberikan tekanan kepada lawan. "Dan itu berhasil di gim kedua serta ketiga," tutur Amri.
Hasil tersebut sekaligus memperpanjang perjalanan Amri/Nita di Asian Games 2026. Bagi Amri, keberhasilan tim putra Indonesia meraih emas beregu sehari sebelumnya, menjadi suntikan motivasi untuk mengejar prestasi dari nomor perorangan.
"Setelah dapat medali di beregu, pastinya termotivasi banget. Apalagi ini multievent yang empat tahun sekali. Kesempatan berikutnya kami belum tentu dapat main lagi di sini. Jadi saya anggap ini Asian Games terakhir saya, dan akan mati-matian," tegasnya.
Amri menyadari persaingan di nomor perorangan masih panjang. Namun, kesempatan tampil di Asian Games kali ini ingin dimanfaatkan sebaik mungkin. "Walaupun sudah dapat medali di beregu, di sektor kami ganda campuran juga ingin menyumbang medali untuk Indonesia," terangnya.
Nita menilai kemenangan atas pasangan Jepang juga tidak terlepas dari kemampuan mereka membaca perubahan permainan lawan. "Yuta dengan semua variasinya memang bisa terus merusak posisi kami. Dia masih luar biasa. Hanya tadi setelah jalannya pertandingan kami sudah tahu arah variasinya dan itu yang coba diantisipasi," ujar Nita.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022