
Alexander Zverev menjuarai US Open 2026 setelah mengalahkan Ben Shelton. Gelar ini menghapus memori buruk kekalahan di final 2020. (Flashscore)
JawaPos.com – Alexander Zverev merasa dirinya pantas disebut sebagai petenis terbaik dunia saat ini. Pernyataan itu disampaikan Zverev setelah menjuarai US Open 2026 dengan mengalahkan petenis tuan rumah, Ben Shelton, dengan skor 6-3, 7-6 (7-2), 5-7, 6-2, di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, kemarin (14/9).
”Saat ini, pada momen ini, mungkin iya,” kata Zverev seperti dikutip dari Ubitennis, saat ditanya apakah dia petenis terbaik di dunia saat ini.
Namun, Zverev tetap memberikan satu catatan penting. ”Jika semua pemain sehat, saya rasa Jannik (Sinner) masih di depan,” imbuh petenis 29 tahun asal Jerman tersebut.
Pernyataan Zverev cukup beralasan. Sinner sebagai petenis ranking pertama dunia saat ini harus absen dari US Open karena cedera lutut kanan. Sinner sekaligus petenis yang mengalahkan Zverev dalam grand slam sebelumnya, Wimbledon, pada 13 Juli lalu.
Zverev yang saat ini menempati ranking kedua dunia itu juga memenangi grand slam pertamanya di French Open pada Juni lalu ketika Sinner lebih dulu tereliminasi di babak kedua. Selain Sinner, rival papan atas Zverev lainnya, Carlos Alcaraz (Spanyol), juga baru pulih dari cedera saat tampil di US Open. Alcaraz saat ini turun ke ranking ketiga dunia dan pemenang grand slam awal tahun, Australian Open.
Terlepas dari itu, kesuksesan Zverev meraih gelar US Open tidak lepas dari usaha yang telah dilakukannya. Seperti dilaporkan The Athletic, petenis berpostur 198 sentimeter itu telah mengubah gaya bermainnya yang terlalu pasif menjadi lebih agresif.
Perubahan gaya bermain itu bermula setelah Zverev tersingkir di babak pertama Wimbledon 2025 oleh Arthur Rinderknech. Dia kemudian mengunjungi Rafa Nadal Academy di Mallorca pada Juli 2025. Di sana, dia mendapat masukan dari Rafa dan Toni Nadal agar tidak terus menunggu dan lebih berani mengambil inisiatif.
Seperti terlihat dalam final US Open, Zverev tidak sekadar mencoba mengimbangi kecepatan pukulan dari Shelton. Dia juga mengubah ketinggian dan kedalaman bola sehingga membuat Shelton tidak nyaman.
”Dia (Shelton) lebih nyaman menghadapi bola cepat dan datar di backhand. Jadi, bola yang lebih tinggi dan dalam bisa membuatnya kesulitan,” tutur Zverev.
Bagi Zverev, gelar US Open 2026 seperti mengakhiri mimpi buruk atas kegagalannya di final US Open 2020. Ketika itu, dia sempat unggul dua set awal atas Dominic Thiem. Namun, Zverev justru kehilangan tiga set berikutnya dan kalah dramatis dalam waktu 4 jam 1 menit.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022