
Alexandra Eala (Instagram @alex.eala)
JawaPos.com – Alex Eala berpotensi menghadapi sanksi dari WTA setelah memilih membela Filipina di Asian Games 2026 dan melewatkan China Open di Beijing.
Dilansir dari laman The Times of India pada Senin (14/9), China Open merupakan turnamen WTA 1000 yang masuk dalam kategori wajib bagi pemain dengan peringkat tertentu, sehingga ketidakhadiran tanpa pengecualian dapat berdampak pada perolehan poin peringkat.
Berdasarkan aturan WTA 2026, Eala berpotensi mendapatkan nol poin untuk turnamen tersebut dan denda sebesar USD 10.000 atau sekitar Rp167 juta.
Keputusan Eala diambil setelah ia mencatat penampilan impresif di US Open 2026 dengan mencapai babak ketiga sebelum dikalahkan petenis Amerika Serikat, Iva Jovic.
Eala mengatakan kesempatan mewakili Filipina di Asian Games yang berlangsung empat tahun sekali terlalu penting untuk dilewatkan, setelah sebelumnya meraih dua medali perunggu Asian Games dan medali emas SEA Games 2025.
Sementara itu, Eala juga telah memastikan Singapore Tennis Open sebagai turnamen berikutnya sebelum bergabung dengan tim Filipina untuk Asian Games di Jepang.
Asosiasi Tenis Filipina (PHILTA) telah menghubungi WTA secara resmi untuk meminta pengecualian agar Eala tidak dikenai sanksi karena membela negaranya.
Sekretaris Jenderal PHILTA John Tiangco mengatakan pihaknya mendukung keputusan Eala dan berupaya memastikan pilihannya memperkuat Filipina tidak berdampak buruk terhadap kariernya di WTA.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022