Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Mei 2026 | 20.23 WIB

3 Mitos Moto3 2026 yang Dipecahkan Veda Ega Pratama! Rookie Indonesia Naikkan Standar Dunia

Veda Ega Pratama bersiap menghadapi persaingan ketat Q1 Moto3 Catalunya 2026 melawan David Munoz, Alvaro Carpe, dan Guido Pini. (Honda Team Asia) - Image

Veda Ega Pratama bersiap menghadapi persaingan ketat Q1 Moto3 Catalunya 2026 melawan David Munoz, Alvaro Carpe, dan Guido Pini. (Honda Team Asia)

JawaPos.com — Performa Veda Ega Pratama di Moto3 2026 sukses mematahkan keraguan publik terhadap kemampuan pembalap muda Indonesia di level dunia. Tampil kompetitif sejak awal musim dan konsisten bersaing di barisan depan, Veda menjadi rookie yang langsung mencuri perhatian paddock Moto3 berkat adaptasi cepat, mental matang, dan strategi balap yang cerdas.

Nama Veda Ega Pratama kini mulai diperhitungkan di ajang Moto3 2026.

Pembalap muda asal Indonesia itu tampil mengejutkan karena mampu menembus persaingan ketat melawan rider-rider Eropa dan Amerika yang lebih dulu berpengalaman di level dunia.

Musim debut biasanya menjadi fase tersulit bagi seorang rookie di Moto3. Namun Veda justru mampu mematahkan banyak anggapan lama yang selama ini dianggap sulit ditembus pembalap Asia Tenggara.

Keberhasilan itu tidak datang secara instan. Ada kombinasi kerja keras, pengalaman dari ajang junior, hingga kemampuan membaca balapan yang membuat Veda tampil sangat kompetitif sejak seri-seri awal Moto3 2026.

Adaptasi Motor Moto3 yang Biasanya Sulit, Veda Justru Langsung Kompetitif

Salah satu mitos terbesar di Moto3 adalah sulitnya proses adaptasi rookie terhadap karakter motor spesifikasi Grand Prix.

Banyak pembalap membutuhkan setidaknya setengah musim untuk memahami karakter sasis, pengereman, hingga agresivitas mesin Moto3.

Namun Veda Ega Pratama mematahkan anggapan tersebut lewat performa impresif sejak tes pramusim. Ia mampu memahami karakter motor dengan cepat sehingga langsung tampil kompetitif saat memasuki balapan awal musim 2026.

Motor Moto3 memiliki karakter yang jauh lebih agresif dibanding motor di ajang junior seperti Asia Talent Cup atau Red Bull Rookies Cup.

Perbedaan akselerasi, kecepatan menikung, hingga teknik pengereman membuat banyak rookie kesulitan menemukan ritme terbaiknya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore