
Ilustrasi olahraga Padel. (Magnific/freepik)
JawaPos.com - Demam olahraga padel di Indonesia tak lagi sekadar soal gaya hidup dan kompetisi. Tren olahraga raket yang tengah naik daun itu kini juga mulai dimanfaatkan sebagai ruang kolaborasi aksi sosial, salah satunya lewat turnamen Padel for Hope Vol. 2 di KALMA Social Club, Jakarta, pada 8-10 Mei 2026.
Ajang ini mempertemukan lebih dari 260 peserta dari berbagai komunitas dan latar belakang dalam kompetisi padel yang dibalut misi kemanusiaan. Seluruh dukungan yang terkumpul diarahkan untuk membantu pembangunan Rumah Singgah kelima berkapasitas 33 kamar di RS Kemenkes Surabaya serta fasilitas Ruang Tunggu Keluarga di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung.
Olahraga padel mulai berkembang menjadi medium baru untuk membangun solidaritas sosial, terutama di kalangan urban. Popularitasnya yang terus meningkat dinilai membuat padel efektif menjadi ruang berkumpul komunitas sekaligus sarana penggalangan dukungan bagi isu sosial.
Sepanjang turnamen berlangsung, atmosfer kompetitif tetap terasa di lapangan. Namun di luar pertandingan, kegiatan ini juga menghadirkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap keluarga pasien anak yang menjalani pengobatan penyakit kronis di luar kota asal mereka.
Ketua Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC) Caroline Djajadiningrat mengatakan, olahraga menjadi cara efektif untuk menggerakkan partisipasi publik dalam membantu sesama.
”Padel for Hope bukan sekadar ajang olahraga, tetapi gerakan kolektif yang menyatukan masyarakat untuk menghadirkan harapan bagi keluarga pasien anak dengan penyakit kronis di Indonesia,” ujar Caroline di Jakarta.
Baca Juga:Bruno Paraiba Hattrick! Persebaya Surabaya Gunduli Semen Padang 7 Gol Tanpa Balas di Haji Agus Salim
Menurut dia, kontribusi dari peserta, komunitas, hingga sponsor memiliki peran penting dalam menghadirkan lebih banyak fasilitas Rumah Singgah dan Ruang Tunggu Keluarga bagi keluarga pasien anak di berbagai daerah. Kebutuhan fasilitas pendamping keluarga pasien masih menjadi persoalan besar di sejumlah rumah sakit rujukan nasional.
Data internal RS Kemenkes Surabaya menunjukkan sekitar 70 persen pasien anak berasal dari luar daerah seperti Banyuwangi, Jember, Madiun hingga Madura. Sebagian keluarga bahkan harus menempuh perjalanan hingga 10 jam untuk mendapatkan layanan kesehatan bagi anak mereka.
Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen merupakan pasien penyakit kronis. Seperti kanker, gangguan jantung, dan penyakit ginjal yang membutuhkan pengobatan jangka panjang.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
