
Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi (Dok: PBSI)
JawaPos.com - Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, belum bisa membawa tim Merah Putih menyamakan kedudukan atas Korea Selatan di babak semifinal Uber Cup 2026. Ana/Tiwi menelan kekalahan dari Baek Ha Na/Lee So Hee di partai kedua.
Ana/Tiwi bertarung sengit melawan Baek Ha Na/Lee So Hee di Forum Hosens, Denmark, Sabtu (2/5) sore WIB. Meski sempat mencuri kemenangan, pada akhirnya mereka harus takluk lewat pertarungan tiga gim dengan skor 16-21, 21-19, 15-21.
Usai laga, Tiwi cukup kecewa karena gagal membawa Indonesia unggul melawan Korea Selatan. Namun, ia menegaskan dirinya dan Ana telah memberikan penampilan terbaiknya.
Baca Juga:Tim Putri Indonesia Ingin Ulang Memori 2024, Jumpa Korea Selatan di Semifinal Uber Cup 2026
“Tetap mengucap syukur alhamdulillah dapat menyelesaikan pertandingan dengan baik, walaupun hasilnya masih tidak sesuai yang kita inginkan. Tapi kami tadi sudah mencoba yang terbaik,” kata Tiwi dalam keterangan PBSI, Sabtu (2/5/2026).
Pertandingan tersebut, menjadi laga comeback Ana/Tiwi sebagai pasangan. Meski sudah dipecah cukup lama pasca Kejuaraan Dunia 2025, Tiwi mengakui tidak mengalami kendala apapun. Mengingat, mereka sudah sering berlatih di Pelatnas PBSI Cipayung.
“Tidak sulit mengembalikan chemistry yang dulu saat berpasangan walau ada perubahan sedikit dari segi pola bermain kami berdua. Karena kan karena sering latihan juga bareng, dari komunikasi tadi berjalan lancar dengan Ana,” tuturnya.
Sementara, Ana mengungkapkan bahwa fokusnya bersama Tiwi agak goyah karena pertandingan berjalan begitu sengit dengan diwarnai rally panjang. Dia mengungkapkan bahwa dirinya dan Tiwi cukup kerepotan meredam permainan cepat Baek Ha Na/Lee So Hee pada gim ketiga.
“Memang tadi pertandingan cukup ramai dan lama, baik kami maupun lawan memang sama-sama susah dapat poin. Maksudnya banyak rally-rally jadi sebenarnya pola yang diterapkan sudah benar tapi ada beberapa poin yang kami fokusnya turun dan akhirnya pengembalian bolanya salah,” ujar Ana.
“Di akhir-akhir gim ketiga mereka memang mempercepat pola. Memainkan ritme dari yang satu-satu lalu tiba-tiba diepercepat, itu yang membuat kami jadi dalam posisi terus tertekan,” tambahnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
