
Mewakilli PBSI, Eng Hian menyampaikan permohonan maaf gagal di Thomas Cup 2026. (Dok. PBSI)
JawaPos.com - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) akhirnya buka suara setelah Indonesia hancur lebur di Thomas Cup 2026. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyampaikan permohonan maafnya atas pencapaian terburuk Indonesia dalam keikutsertaan di ajang tersebut.
Indonesia menelan hasil memalukan di Thomas Cup 2026. Skuad Merah Putih gagal lolos dari babak penyisihan grup setelah menelan kekalahan telak 1-4 dari Prancis di laga terakhir Grup D.
Dalam pertandingan berlangsung di Forum Horsens, Denmark, Rabu (29/4) dini hari WIB, Indonesia gagal meraih kemenangan dalam empat partai beruntun. Jonatan Christie, Alwi Farhan, Anthony Sinisuka Ginting, dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani harus mengakui keunggulan lawan-lawannya.
Satu-satunya poin hiburan yang didaapt Indonesia didapat pada partai terakhir, melalui duet Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Fajar/Fikri mencuri poin tersebut usai mengalahkan Christo Popov/Toma Junior Popo lewat pertarungan tiga gim dengan skor akhir 21-18, 19-21, 21-11.
Mewakilli PBSI, Eng Hian menyampaikan permohonan maafnya atas hasil minor Indonesia di ajang tersebut. Pria yang akrab disapa Koh Didi itu mengakui tim Prancis bermain lebih bagus ketimbang skuad Merah Putih.
“Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Thomas Cup kali ini. Harus kami akui Prancis tampil lebih baik dari kita hari ini. Kami menerima hasil ini dan mengakui keunggulan tim Prancis yang mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik di setiap partai,” ujar Eng Hian dalam keterangan resmi PBSI, Rabu (29/4/2026).
Permohonan maaf juga diutarakan oleh kapten tim Thomas Indonesia, Fajar Alfian. Fajar mengakui performa mereka jauh dari kata maksimal, sekaligus berjanji akan bangkit menjadi lebih kuat.
“Saya atas nama tim Thomas Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kekalahan kami tadi malam. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tim Prancis juga tampil sangat baik. Kami mengerti performa kami belum maksimal dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk menatap ke depan. Terima kasih untuk semua dukungan yang telah diberikan. Kami bertekad akan kembali lebih kuat,” ujar Fajar.
Dalam keterangan resminya juga tertulis, PBSI menjadikan hasil buruk ini sebagai bahan evaluasi penting bagi federasi. PBSI berjanji untuk lebih mematangkan persiapan menjelang pertandingan serta perbaikan menyeluruh untuk setiap aspek demi meraih yang terbaik.
"Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi PP PBSI dalam melakukan pembinaan dan persiapan ke depan. Fokus ke depan akan diarahkan pada peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta mental bertanding, khususnya dalam menghadapi tim-tim dengan fleksibilitas komposisi pemain seperti yang ditunjukkan oleh Prancis," terang PBSI.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
