
Marcus Fernaldi Gideon bersama dengan Andrei Adistia dan Chafidz Yusuf, pelatih ganda puyra pratama Pelatnas PBSI. (DOK: Instagram Chafidz Yusuf)
JawaPos.com - Gideon Badminton Academy (GBA) memberikan apresiasi kepada atlet binaannya yang berhasil menembus Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur. Bentuk apresiasi itu berupa pengembalian biaya latihan yang telah dibayarkan selama masa pembinaan.
”Ini bentuk apresiasi untuk atlet yang masuk pelatnas dari jalur biaya mandiri, bukan dari beasiswa. Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi anak-anak lain untuk terus berlatih dan berjuang,” kata CEO GBA Marcus Fernaldi Gideon.
Mantan ganda putra nomor satu dunia bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo itu mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir, sudah ada empat atlet binaan GBA yang tembus Pelatnas Cipayung. Tahun ini, dua pemain yang dipanggil adalah Joven Farandi dan Joseph Marcellino Kyta. Tahun sebelumnya, ganda campuran M. Nawaf Khoiriyansyah/Luna Rianty Saffana yang tembus pelatnas.
Joven, misalnya. Seiring mengikuti program latihan mandiri selama dua tahun, dia berhak menerima kembali biaya latihan yang mencapai Rp162 juta. Beda dengan Kyta sejak awal menjalani pembinaan dengan status penerima beasiswa dari GBA. Alhasil, dia tidak dikenakan biaya latihan selama berlatih di akademi tersebut.
”Perkembangan GBA cukup positif. Dalam dua tahun sudah ada empat pemain yang lolos ke pelatnas. Perubahan permainan anak-anak juga terlihat signifikan,” tutur Marcus.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022