
Marc Marquez dan Kerusakan ban motor (Instagram @marcmarquez93 dan Crash)
JawaPos.com – Tim Ducati Lenovo Team mengungkap penyebab kegagalan ban belakang yang dialami Marc Marquez pada seri pembuka MotoGP Thailand 2026.
Dilansir dari laman Crash pada Selasa (3/3), Insiden tersebut terjadi saat Grand Prix di Sirkuit Buriram. Ducati menyebut masalah itu bukan murni kebocoran ban biasa.
Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menjelaskan bahwa kerusakan dipicu oleh benturan keras dengan trotoar di Tikungan 4. Benturan itu menyebabkan pelek roda belakang pecah. Akibatnya, ban kehilangan tekanan secara mendadak dan pembalap tidak dapat melanjutkan lomba.
Marquez sebelumnya menjalani balapan yang sulit setelah start lambat membuatnya tercecer dari posisi podium.
Marquez terlihat sempat bangkit hingga mendekati posisi tiga besar sebelum akhirnya mengalami insiden pada lap ke-21 dari 26 putaran. Pembalap asal Spanyol itu kemudian memutuskan mundur karena kehilangan kendali.
Tardozzi menegaskan bahwa pecahnya pelek menjadi penyebab utama kegagalan ban tersebut. Ia menyebut kejadian itu sebagai insiden yang jarang terjadi meski beberapa pembalap lain juga melebar di tikungan yang sama. Namun, hanya Marquez yang mengalami kerusakan separah itu.
Penjelasan serupa disampaikan oleh bos Michelin, Piero Taramasso. Ia mengatakan bahwa suhu panas dan karakter trotoar yang agresif di Buriram membuat material roda lebih rentan rusak. Sepanjang akhir pekan, beberapa roda dilaporkan bengkok akibat kondisi lintasan tersebut.
Menurut Taramasso, kasus Marquez berbeda karena kehilangan tekanan terjadi secara tiba-tiba. Ia membandingkan insiden tersebut dengan kasus pembalap lain yang mengalami kebocoran perlahan akibat pelek bengkok. Perbedaan itu membuat Marquez tidak memiliki waktu untuk menyelamatkan motornya.
Akibat insiden tersebut, Ducati gagal meraih hasil maksimal pada Grand Prix Thailand 2026. Rentetan 88 podium beruntun pabrikan asal Italia itu pun terhenti sejak terakhir kali gagal finis tiga besar pada 2021.
Ducati mengakui masih mencari penyebab performa motor yang berbeda dibandingkan saat uji coba pramusim di sirkuit yang sama.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
