Maria Sakkari mengalahkan Iga Swiatek pada perempat final Qatar Open 2026. (Dok. Instagram/@australianopen)
JawaPos.com - Iga Swiatek punya satu rekor sempurna saat mengikuti turnamen level WTA 1000. Dalam 109 laga yang dilalui, petenis asal Polandia itu selalu berhasil meraih kemenangan setiap kali memenangi set pertama. Artinya, sepanjang periode itu, tidak ada satu pun pemain yang mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal satu set darinya.
Namun, rekor itu akhirnya runtuh menjadi 109-1. Dan Maria Sakkari menjadi pemain pertama yang mampu mematahkannya. Petenis Yunani itu membalikkan keadaan dan menang 2-6, 6-4, 7-5 atas Swiatek pada perempat final Qatar Open dini hari kemarin (13/2).
“Anda selalu jadi underdog saat melawan nomor dua dunia, apalagi dengan posisi saya sekarang,” kata Sakkari, mantan petenis nomor dua dunia yang kini berada di ranking 52 dikutip dari Tennis.com. “Tapi saya terus mengatakan kepada diri sendiri, bahkan setelah set pertama, bahwa saya harus tetap dengan rencana permainan saya. Bermain agresif dan berani, dan itu bekerja dengan sangat baik,’’ tuturnya.
Hasil tersebut juga memutus empat kekalahan beruntun Sakkari dari Swiatek. Meskipun, laga sempat diwarnai kontroversi pada set ketiga. Tepatnya, saat Sakkari melakukan servis di kedudukan 5-3. Petenis 30 tahun itu meminta wasit meninjau ulang lewat video review, sebab ada dugaan double-bounce dari Swiatek.
Beruntung, sistem video review mengkonfirmasi bola lebih dulu memantul dua kali sebelum mengenai raket. “Bagus sekali sistem itu ada, bayangkan kalau tidak ada,” kata Sakkari. “Sulit juga untuk wasit melihatnya karena mereka bukan robot. Ini pertama kalinya saya menggunakannya, dan saya senang itu tersedia.”

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
