Langkah tim putra dan putri Indonesia sama-sama terhenti di babak semifinal BATC 2026. (Dok: PBSI)
JawaPos.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian memberikan komentarnya terkait hasil tim beregu putra dan putri Indonesia dalam Badminton Asia Team Championship (BATC) atau Kejuaraan Beregu Asia 2026.
Tim Indonesia menuntaskan perjuangan di BATC 2026 dengan kegagalan melaju ke final. Baik tim putra maupun putri langkahnya sama-sama terhenti di babak semifinal.
Tim beregu putri Indonesia tertahan di empat besar usai menelan kekalahan 1-3 dari Korea Selatan. Sementara tim putra yang dipimpin Anthony Sinisuka Ginting, gagal ke final usai takluk dari Jepang juga dengan skor 1-3.
Hasil itu membuat tim Indonesia mengakhiri perjuangan di BATC 2026 dengan perolehan medali perunggu. Capaian ini sedikit lebih baik dari edisi sebelumnya pada 2024, di mana Merah Putih hanya dapat perunggu dari tim beregu putri.
Eng Hian selaku Kabid Binpres PP PBSI, mengapresiasi pencapaian tim beregu putri dalam ajang tersebut. Sebab Siti Fadia Silva Ramadhanti dan kolega berhasil mencapai target yang diberikan oleh federasi.
Didi, sapaan akrab Eng Hian, tak lupa memberikan kredit khusus kepada dua pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan Ester Nurumi Tri Wardoyo yang tampil ciamik di BATC 2026.
“Dari sisi target, saya mengapresiasi pencapaian beregu putri yang berhasil meraih medali perunggu sesuai dengan target yang dicanangkan," kata Didi, sapaan akrab Eng Hian dalam keterangan resmi PP PBSI.
"Penampilan apik Dhinda dan kembalinya Ester dengan performa yang bagus juga menjadi hal positif yang bisa menjadi penilaian dan pertimbangan kami untuk persiapan ke Piala Uber,” tambahnya.
Sementara untuk tim putra, Eng Hian cukup menyoroti dan tak puas karena mereka gagal memenuhi target. Menurutnya, Anthony Ginting dan kolega seharusnya menembus partai puncak alias final, sesuai dengan target dari PBSI.
“Untuk beregu putra hasil ini tentunya tidak sesuai target, karena target kami adalah mereka bisa mencapai babak final," ucapnya.
"Penampilan beberapa pemain belum sesuai harapan, tentunya ini akan menjadi evaluasi untuk mendongkrak performa beregu putra jelang Piala Thomas,” imbuh Didi.
Lebih lanjut, Didi menjelaskan bahwa PBSI memang sengaja menurunkan pemain-pemain muda dan pelapis dalam BATC 2026. Keputusan itu diambil sebagai upaya dari persiapan Indonesia menatap Piala Thomas dan Uber 2026.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022