Pesepak bola Timnas Indonesia U-22 bersama atlet juara SEA Games 2023 berada di atas bus dalam arak-arakan Kontingen SEA Games 2023. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Kontingen Indonesia sudah sangat lama tidak mendapatkan predikat juara umum di perhelatan SEA Games. Terakhir kali momen manis itu terjadi pada 2011, di mana pesta olahraga dua tahunan tersebut diadakan di Jakarta dan Palembang.
Bagi Indonesia, keberhasilan pada 2011 itu jadi edisi ke-10 keluar sebagai juara umum SEA Games. Gelar itu juga seolah jadi pelepas dahaga karena tim Merah Putih terakhir dapat predikat yang terbaik pada 1997, juga saat menjadi tuan rumah.
Adapun ketika tim Indonesia hanya menjadi peserta, sudah sangat lama predikat juara umum diraih. Yakni pada edisi SEA Games 1993 di Singapura. Kala itu kontingen Merah Putih jadi yang terbaik dengan total 253 medali, dengan rincian 88 emas, 81 perak, dan 84 perunggu.
Tim Indonesia kala mampu mengungguli Thailand dengan margin sangat besar dengan selisih 25 medali emas. Status juara umum tak terelakkan pada SEA Games edisi ke-17 tersebut.
Artinya, Tim Indonesia tak pernah bisa meraih juara umum lagi saat tak jadi tuan rumah dalam 32 tahun terakhir. Bahkan, menempati peringkat dua juga terbilang sulit karena itu hanya terjadi sekali yakni pada 1995.
Sementara dari edisi 1999 hingga 2023 lalu, pencapaian terbaik tim Indonesia hanyalah menduduki peringkat ketiga klasemen akhir SEA Games. Torehan ini menimbulkan tanda tanya besar karena skuad Merah Putih ternyata sangat sulit berjaya, bahkan bersaing saat tak jadi tuan rumah.
Pengamat olahraga Djoko Pekik menyatakan, ada satu aspek yang mendasari Indonesia kesulitan juara umum. Yakni berkaitan dengan pembinaan.
Menurut Djoko, pembinaan belum berjalan dengan baik di Indonesia. Sementara negara-negara tetangga, utamanya Thailand dan Vietnam sudah melakukan pembinaan secara serius, terstruktur, dan sistematik.
"Tentu ada problem yang menyebabkan kenapa kita agak susah untuk menjadi juara umum. Selain tentu negara lain, kompetitor kita sangat serius melakukan pembinaan secara berjenjang dan sistematik. Di antaranya yang mencolok kan Vietnam, lalu Thailand, Filipina. Tapi yang besar Thailand dan Vietnam, itu kompetitor kita," ujar Djoko saat dihubungi Jawapos.com, Rabu (3/12).
"Nah mengapa demikian? Karena dalam konsep pembinaan, kita itu belum didukung dengan sistem yang utuh. Misalnya faktor pembinaan usia muda, itu belum dilakukan semua cabor dengan baik," tambahnya.
Djoko menyadari bahwa saat ini banyak klub-klub dari berbagai cabor sudah melakukan pembinaan. Hanya saja, dalam praktiknya hal itu tak berjalan dengan maksimal. Malah lebih ke sekadar ada tanpa memenuhi standar-standar yang baik.
"Memang ada klub-klub yg membina usia muda, tapi masih ala kadarnya dalam pembinaan. Oleh sebab itu banyak hal yang harus dibenahi, salah satunya sistem pembinaan untuk semua cabor yang kita kenbangkan di Indonesia. Apalagi sekarang anggota KONI lebih dari 70 federasi cabor," tutur dia.
Saat ini Indonesia sebenarnya punya sebuah program pembangunan olahraga jangka panjang 2021-2045. Yakni Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), yang dirancang dengan tujuan untuk menciptakan sistem pembinaan olahraga yang efektif dan meningkatkan prestasi olahraga nasional, termasuk dalam kancah internasional, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga.
Dalam DBON, ada 14 cabor unggulan yang jadi prioritas Kemenpora. Yakni atletik, panahan, sepeda, dayung, senam, angkat besi, bulu tangkis, taekwondo, karate, wushu, panjat tebing, menembak, pencak silat, renang. Ada juga tiga cabor industri, sepak bola, bola basket, dan bola voli.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
