
Suasana OSN. (Dok. Kemendikdasmen)
JawaPos.com - Sebelas siswa SMAK 1 PENABUR sukses membawa pulang medali kemenangan pada OSN SMA yang digelar 6-12 Oktober 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur.
Jayden Jurianto meraih medali emas di bidang Matematika, sedangkan Daniel Surya Chandra yang berkompetisi di bidang Biologi, Aldric Rafael Kartono di bidang Astronomi, dan Christluther Laurencius di bidang Kebumian berhasil meraih medali perak.
Kemudian, medali perunggu diborong oleh Joyceline Janani di bidang Biologi, Ferrel Gabriel dan Rainer Sebastian Wijaya di bidang Fisika, serta Kenneth Lie di bidang AI, lalu untuk predikat honorable mention diraih Jaycen Alexander Theo di bidang Matematika, Jason Christofer Halim dan Henry Arelian dari bidang Kimia.
Jayden bersyukur atas pencapaian ini dan percaya bahwa hasil yang diterima adalah bentuk penyertaan Tuhan. Menurutnya, asa banyak momen di mana dia merasa tidak cukup mampu.
"Tetapi selalu ada kekuatan baru untuk mencoba lagi. Saya belajar bahwa usaha perlu disertai dengan doa dan kerendahan hati untuk menerima apapun hasilnya.” ujar Jayden.
Trik belajar agar lolos OSN
Pada 2025, selain mengikuti OSN Jayden juga fokus mengikuti kompetisi International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) di Beijing, Tiongkok pada Agustus. “Saya mempersiapkan diri sejak awal tahun dengan rutin berlatih sebelum seleksi Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) dimulai," ucapnya
Dikatakannya, tantangannya tentu ada, terutama saat harus membagi waktu antara pelajaran sekolah serta persiapan OSN dan IOAI. Namun, dia berusaha menyiasatinya dengan membuat jadwal belajar yang fleksibel dan fokus pada pemahaman konsep yang bisa bermanfaat di keduanya.
Selain itu, mengikuti kelas tambahan di sekolah dan banyak bertukar pikiran dengan teman juga menjadi trik Jayden dalam membagi waktunya.
“Saya mulai menyukai matematika sejak SD karena bukan sekadar menghitung, tetapi tentang pola dan logika yang bisa menjelaskan banyak hal di dunia," sebutnya.
Disebutnya, minat itu semakin menguat ketika saya mulai mengikuti olimpiade dan menemukan betapa luas dan menariknya ide-ide matematika di luar pelajaran sekolah. Baginya, berdiskusi dan mencoba memahami ide di balik solusi dari sebuah soal lebih penting daripada sekadar mencari jawaban benar.
"Kemudian, alasan lainnya saya suka matematika karena merupakan dasar dari banyak ilmu, termasuk ilmu komputer dan kecerdasan buatan,” ungkap Jayden.
Konsisten mengembangkan bakatnya, Jayden berhasil meraih banyak prestasi sejak kecil. Pada tahun 2018, Ia meraih medali perak pada kompetisi OSN SD bidang Matematika dan medali perunggu pada International Mathematics & Science Olympiad 2019 yang digelar di Vietnam.
Kemudian, ketika SMP Ia meraih medali Perak di KSN 2022 bidang Matematika, lalu pada tahun 2025 prestasi terbaru yang diperoleh di jenjang SMA adalah medali emas di International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022