
Mantan pembalap nasional Ananda Mikola memberikan komentar soal pembangunan sirkuit MotoGP di Mandalika, Lombok
JawaPos.com - Ikatan Motor Indonesia (IMI) mengklaim era pembalap yang hanya mengandalkan bakat alami dan kekuatan fisik telah berakhir.
Di ajang balap internasional yang ditentukan kecepatan milidetik, setiap aspek persiapan menjadi krusial.
Wakil Ketua Umum Olahraga Prestasi PP Ikatan Motor Indonesia (IMI) Ananda Mikola menyerukan tuntutan baru bagi seluruh pembalap nasional yang ingin menembus kompetisi global.
Menurutnya, pembalap tidak cukup hanya berotot, tetapi juga harus bergizi. “Kalau saya bisa mundurin waktu saya, yang saya perbaiki apa, ya gizi saya. Karena kadang berotot saja belum tentu kuat, nutrisi yang diterima kurang, kalau gizinya baik pasti cara berpikirnya bagus,” kata dia di sela-sela Pit Walk ajang Mandalika Racing Series 2025 putaran final di Sirkuit Internasional Mandalika, Minggu (2/11).
Ananda menjelaskan, balap motor, khususnya di level Grand Prix atau balap ketahanan seperti MRS, menuntut fisik setara dengan atlet elit lainnya. Karena itu, IMI menekankan bahwa kekuatan fisik tidak akan berarti tanpa dukungan gizi yang tepat.
Gizi menjadi bahan bakar utama bagi otak dan otot. Pola makan terstruktur, pengawasan ahli nutrisi olahraga, serta disiplin terhadap konsumsi makanan menjadi kunci utama keberhasilan.
“Sehingga saya juga konsen pada pembalap usia dini, mereka sudah mulai tahu makanan bergizi seperti apa. Diperlukan juga ada ahli gizi dalam tim pembalap,” beber legenda balap Indonesia ini.
Kehadiran Ananda di Sirkuit Mandalika menjadi momentum penting yang menegaskan sinergi antara IMI dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku pengelola sirkuit, bersama Pride Motorsport sebagai promotor utama ajang ini.
Ananda menegaskan, IMI berkomitmen penuh mendukung penyelenggaraan ajang balap nasional yang berstandar tinggi, aman, dan profesional. Melalui kemitraan dengan MGPA dan Pride Motorsport, IMI terus memperkuat fondasi pembinaan pembalap muda Indonesia agar mereka bisa berkembang dan bersaing di level lebih tinggi.
Wakil Ketua Umum Olahraga Prestasi PP Ikatan Motor Indonesia (IMI) Ananda Mikola menyerukan tuntutan baru bagi seluruh pembalap nasional yang ingin menembus kompetisi global. (Dok. Lombok Post)
“Kami di IMI melihat Mandalika Racing Series sebagai bagian penting dari ekosistem pembinaan nasional yang harus terus dikembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Direktur Utama MGPA Priandhi Satria menambahkan, kehadiran Ananda menjadi simbol sinergi antara pembalap, penyelenggara, dan organisasi.
“MGPA bersama Pride Motorsport dengan dukungan penuh dari IMI berkomitmen untuk terus menghadirkan ajang balap nasional dengan standar tertinggi, karena Mandalika adalah rumah bagi masa depan motorsport Indonesia,” singkatnya. (ewi/r7)

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
