IOC menyesalkan penolakan visa atlet Israel oleh pemerintah Indonesia sehingga tak bisa ikut serta dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. (Dok: Olympics)
JawaPos.com — Komite Olimpiade Internasional atau International Olympic Committee (IOC) tengah jadi sorotan dunia setelah menjatuhkan sanksi terhadap Indonesia. Keputusan itu diambil usai pemerintah menolak memberikan visa kepada delegasi Israel untuk Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta.
Dewan Eksekutif IOC menegaskan Indonesia tak lagi dipertimbangkan sebagai tuan rumah untuk Olimpiade, Youth Olympic Games, atau ajang olahraga lain di bawah naungan mereka.
Bahkan, IOC merekomendasikan seluruh federasi internasional agar tidak menggelar kompetisi di Indonesia sampai ada jaminan akses tanpa diskriminasi bagi semua peserta.
Langkah ini langsung menuai reaksi keras di dalam negeri.
Pemerintah menegaskan keputusan terkait Israel berlandaskan hukum nasional dan konstitusi, termasuk amanat UUD 1945 yang mewajibkan negara menjaga ketertiban dunia dan menolak penjajahan.
Di balik sorotan sanksi itu, publik kini penasaran: siapa sebenarnya IOC dan bagaimana lembaga ini memiliki kuasa besar atas dunia olahraga global.
IOC bukan sekadar panitia Olimpiade, melainkan institusi yang menjadi tulang punggung Gerakan Olimpiade modern sejak lebih dari satu abad lalu.
Lembaga ini berdiri pada 23 Juni 1894 di Paris atas prakarsa Baron Pierre de Coubertin, tokoh pendidikan asal Prancis yang ingin menghidupkan kembali semangat Olimpiade kuno.
Presiden pertamanya adalah Demetrios Vikelas dari Yunani, menandai dimulainya era baru bagi olahraga dunia.
Markas IOC awalnya berada di Paris sebelum akhirnya pindah ke Lausanne, Swiss, pada 1915 saat Perang Dunia I berkecamuk.
Kota ini kemudian dikenal sebagai “Ibu Kota Olimpiade,” tempat IOC tumbuh menjadi organisasi global dengan pengaruh politik dan ekonomi yang besar.
Pada 2019, IOC meresmikan markas barunya di kawasan Vidy, Lausanne, bertepatan dengan peringatan 125 tahun berdirinya organisasi ini.
Gedung modern itu mencerminkan visi IOC yang menempatkan transparansi, keberlanjutan, dan kolaborasi internasional di garis depan.
Sejak menggelar Olimpiade Musim Panas pertama di Athena pada 1896, IOC terus memperluas cakupan dan pengaruhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022