
Gianni Infantino dilaporkan ke komite etik Komite Olimpiade Internasional. (@gianni_infantino/Instagram).
JawaPos.com - Hubungan antara Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menuai perhatian. Organisasi nonpemerintah (LSM) yang bergerak di bidang hak asasi manusia, FairSquare, secara resmi mengumumkan akan mengajukan pengaduan kepada komite etik Komite Olimpiade Internasional (IOC) terkait dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik.
Dalam pernyataannya yang dilansir dari L’Equipe pada Rabu (8/7), FairSquare menilai Infantino telah melakukan pelanggaran berulang terhadap netralitas politik. Sebagai anggota IOC, Infantino terikat pada Piagam Olimpiade yang mewajibkan setiap anggotanya untuk bertindak secara independen dari kepentingan komersial maupun politik.
Kedekatan Infantino dengan Trump dinilai menimbulkan pertanyaan serius, terutama karena Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. Salah satu momen yang disorot ialah kehadiran Infantino dalam acara Dewan Perdamaian yang digelar Trump pada Februari 2026. Dalam kesempatan itu, Infantino terlihat mengenakan topi bertuliskan ‘USA’ dan ‘45-47’ yang merujuk pada masa jabatan presiden Trump.
Menanggapi polemik itu, juru bicara IOC sebelumnya mencoba meredam isu. Perwakilan IOC itu menyatakan bahwa FIFA, melalui sepak bola, tengah mendukung program investasi besar untuk pengembangan olahraga di Gaza, Palestina, termasuk pembangunan infrastruktur, program edukasi, serta proyek pengembangan tingkat tinggi.
Kontroversi semakin melebar setelah munculnya kasus kartu merah Folarin Balogun. Presiden IOC Kirsty Coventry pun ikut memberikan tanggapan pada Selasa (7/7) terkait pencabutan sanksi terhadap pemain Amerika Serikat itu. Pencabutan sanksi oleh FIFA itu membuat Balogun dapat tampil dalam laga babak 16 besar melawan Belgia. Keputusan itu disebut-sebut terjadi setelah adanya intervensi berupa panggilan dari Trump kepada Infantino.
Coventry menyatakan bahwa hingga saat ini komite etik IOC belum menerima pengaduan resmi terkait kasus itu. Namun, Coventry menegaskan bahwa jika ada laporan yang masuk, komite etik akan menindaklanjutinya sesuai prosedur.
Baca Juga:Preview Inggris vs Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026: Tiga Pemain Inti Absen Latihan!
Sebelumnya, Infantino juga menuai kritik setelah memberikan Penghargaan Perdamaian FIFA kepada Donald Trump pada Desember 2025. Tindakan itu mendorong FairSquare untuk lebih dulu melayangkan pengaduan kepada komite etik FIFA atas dugaan pelanggaran prinsip netralitas. Pengaduan itu bahkan mendapat dukungan dari sekitar 50 anggota parlemen Eropa serta Federasi Sepak Bola Norwegia. Namun, hingga saat ini FairSquare menyatakan belum ada indikasi bahwa penyelidikan resmi telah dibuka oleh FIFA.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
