
IOC tolak penyelidikan Presiden FIFA Gianni Infantino. (@gianni_infantino/Instagram).
JawaPos.com - Komite Olimpiade Internasional (IOC) memastikan tidak akan menyelidiki dugaan pelanggaran netralitas politik oleh Presiden FIFA Gianni Infantino terkait interaksinya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan itu diambil setelah IOC menilai aduan yang diajukan organisasi hak asasi manusia FairSquare berada di luar yurisdiksinya.
Aduan FairSquare pada 14 Juli itu menyoroti sejumlah isu, termasuk keputusan FIFA yang menunda sanksi larangan satu pertandingan bagi penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun, setelah Trump secara pribadi meminta Infantino meninjau kartu merah yang diterima sang pemain lewat panggilan telepon.
Infantino menegaskan bahwa komite-komite di FIFA bekerja secara independen. Namun, hingga saat ini, tidak ada penjelasan rinci dari komite disiplin mengenai alasan penangguhan sanksi tersebut. Laporan media Inggris The Times menyebut keputusan itu diambil secara sepihak oleh ketua komite, Mohammad Al Kamali. Presiden UEFA Aleksander Ceferin bahkan dilaporkan absen dari final turnamen sebagai bentuk protes atas keputusan itu dan adanya kekhawatiran lebih luas terhadap tata kelola FIFA.
Juru bicara IOC menjelaskan bahwa komisi etik telah melakukan analisis menyeluruh dan menyimpulkan bahwa kasus itu berkaitan dengan tata kelola internal FIFA, bukan hubungan langsung dengan IOC. Dalam Piagam Olimpiade, setiap federasi internasional memiliki otonomi penuh dalam mengatur organisasi dan penerapan aturan olahraga masing-masing.
“Komisi etik IOC mencatat bahwa pengaduan ini hanya berkaitan dengan keputusan tata kelola dan manajemen federasi internasional, termasuk hubungannya dengan pemerintah yang berada di luar cakupan kode etik IOC,” tulis pernyataan resmi IOC dikutip dari ESPN.
IOC menegaskan bahwa ruang lingkup kode etiknya terhadap federasi internasional hanya terbatas pada relasi mereka dengan IOC. Oleh sebab itu, aduan terhadap Infantino dinilai tidak dapat diproses lebih lanjut. Sementara itu, FairSquare juga telah mengajukan laporan terpisah kepada komite etik FIFA pada Desember 2025.
Laporan itu mencakup empat dugaan tindakan Infantino yang dinilai menunjukkan dukungan publik terhadap kebijakan dan tindakan Trump.
Selain itu, FairSquare meminta penyelidikan atas peran Infantino dalam pemberian FIFA Peace Prize kepada Trump pada acara undian Piala Dunia 2026. Meski FIFA telah mengonfirmasi penerimaan laporan tersebut, FairSquare menyebut belum ada perkembangan lanjutan dari proses investigasi internal yang dilakukan.
Meski IOC menolak menyelidiki kasus Gianni Infantino, lembaga itu menegaskan akan terus mendorong penguatan tata kelola yang baik di seluruh Gerakan Olimpiade, termasuk memperjelas peran, tanggung jawab, dan akuntabilitas setiap organisasi yang terlibat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022