Fermin Aldeguer di Mandalika International Circuit.
JawaPos.com - Fermin Aldeguer sempat kecewa setelah gagal memenangi sesi sprint Grand Prix Indonesia, pada Sabtu (4/10). Memimpin hampir sepanjang balapan, pembalap Gresini Ducati itu justru harus kecolongan di lap terakhir dari pembalap Aprilia Marco Bezzecchi. Aldeguer gagal mencatatkan rekor pemenang sprint termuda.
“Saya mulai berpikir bahwa jika saya menang, saya akan menjadi pembalap termuda dalam sejarah yang memenangkan sprint dan orang-orang akan memperhitungkannya. Saya punya paranoia sendiri,” kata Aldeguer dikutip dari GPOne setelah sprint.
Namun, Aldeguer ternyata hanya harus bersabar. Sebab, tepat sehari kemudian dia berhasil ‘membayar lunas’ dengan meraih gelar juara balapan utama di Sirkuit Mandalika (5/10). Memimpin dengan nyaman sepanjang balapan, pembalap asal Spanyol itu unggul 6,987 detik dari Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory) yang berada di posisi runner-up.
Baca Juga: Tampil di Kelas Baru, Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan Raih Medali Perunggu Kejuaraan Dunia 2025
Aldeguer berhasil mencatatkan sejarah sebagai pembalap termuda kedua yang meraih kemenangan di MotoGP setelah Marc Marquez. Aldeguer meraihnya di usia 20 tahun 183 hari. Sedangkan, Marc masih memegang rekor saat menang pada usia 20 tahun 63 hari di Circuit of Americas, Austin, Amerika Serikat pada 2013.
“Saya tidak percaya,” kata Aldeguer saat wawancara resmi di parc ferme. “Saya sangat senang. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang, semua keluarga saya, yang membawa saya ke sini, tim yang luar biasa. Sebagai rookie, kami melakukan pekerjaan yang luar biasa,” lanjut pembalap yang mengakhiri Moto2 musim lalu di posisi lima itu.
Bezzecchi Gagal Finis
Sementara itu, rival utama Aldeguer saat sprint, yakni Bezzecchi mengalami nasib apes. Saat balapan baru berjalan satu lap, dia justru menabrak juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez. Keduanya akhirnya harus menyelesaikan balapan lebih cepat.
Sedangkan Acosta kembali menunjukkan performa kompetitif di Mandalika. Sama seperti tahun lalu, pembalap 21 tahun itu berhasil finis di posisi runner-up. Itu jadi capaian terbaiknya musim ini menyamami catatan di Sirkuit Balaton Park, Hungaria pada 24 Agustus.
“Kami senang dengan podium ini,” kata Acosta. “Kami sebelumnya kehilangan banyak balapan ketika kami sebenarnya punya ritme yang bagus. Jadi saya ingin berterima kasih kepada kru, mekanik, semua orang, juga Dani (Pedrosa) dan Pol (Espargaro).”

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
