Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Oktober 2025 | 04.32 WIB

Ducati GP25 Ngambek! Pecco Bagnaia Tak Berdaya di Sprint MotoGP Mandalika 2025: Saya Tak Bisa Kendalikan Apapun

Pecco Bagnaia finis paling buncit di Sprint MotoGP Mandalika 2025. (Instagram @pecco63) - Image

Pecco Bagnaia finis paling buncit di Sprint MotoGP Mandalika 2025. (Instagram @pecco63)

JawaPos.com — Ducati GP25 mendadak ngambek di Sirkuit Mandalika. Pecco Bagnaia yang baru sepekan lalu tampil superior di Jepang kini hanya bisa gigit jari di Sprint MotoGP Indonesia 2025.

Juara dunia bertahan itu tampil bak penumpang di atas motor Desmosedici terbarunya. Bukannya mengendalikan, Bagnaia justru merasa motor yang membawanya melaju sendiri tanpa arah.

“Saya tidak mengendarai motor. Saya hanya penumpang di motor saya, saya tidak bisa mengendalikan apa pun,” kata Bagnaia kepada Crash.net usai balapan.

Kondisi ini benar-benar ironis jika mengingat apa yang terjadi seminggu sebelumnya di Motegi. Bagnaia saat itu menyapu bersih pole position, juara Sprint, dan kemenangan di balapan utama.

Namun di Mandalika semua berubah drastis. Ducati GP25 yang tadinya menjadi senjata pamungkas justru berubah menjadi mimpi buruk bagi pembalap asal Italia tersebut.

Bagnaia terseok-seok sejak awal Sprint dan tidak mampu menempel rombongan depan. Ia bahkan finis paling buncit dengan selisih 29,3 detik dari Marco Bezzecchi yang keluar sebagai pemenang.

Masalah besar yang dirasakan Bagnaia adalah getaran hebat pada motornya. Shaking itu membuatnya kesulitan mengerem, menjaga jalur, dan bahkan harus menutup gas di beberapa tikungan.

“Empat kali saya tiba di tikungan tanpa rem. Tiga kali saya harus menutup gas karena motor goyang hebat, rasanya mustahil membalap seperti ini,” keluhnya.

Situasi ini semakin menyakitkan karena secara teori motor GP25 di Mandalika sama dengan yang dipakai di Jepang. Tidak ada perubahan setup besar yang dilakukan Ducati Lenovo Team.

Anehnya, masalah ini tidak hanya menimpa Bagnaia. Hampir seluruh pembalap Ducati mengeluh motor sulit dikendalikan di Mandalika, kecuali Fermin Aldeguer yang mampu bertarung di depan.

Hal ini membuat tim teknis Ducati benar-benar pusing. Apalagi musim lalu, motor mereka begitu dominan di Mandalika meski menggunakan ban yang sama dengan edisi tahun ini.

Menurut laporan The-Race, akar masalah berasal dari revisi mesin GP25. Perubahan pada crankshaft membuat karakter mesin berbeda, terutama pada respons motor ketika masuk tikungan.

Karakter baru itu membuat Ducati GP25 sulit beradaptasi dengan kondisi sirkuit Mandalika yang panas dan abrasif. Hasilnya, para pembalap harus berjuang ekstra hanya untuk bertahan.

Sayangnya, aturan homologasi mesin membuat Bagnaia tidak bisa beralih penuh ke GP24. Padahal ia sempat menjajal motor lama tersebut di Misano dan merasa lebih nyaman.

Situasi ini menambah ketegangan di internal Ducati. Isu pengujian GP24 oleh VR46 Racing bahkan menimbulkan gesekan dengan manajemen karena dianggap membuka detail teknis ke publik.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore