
Ilustrasi mobil Formula 1. (Istimewa)
JawaPos.com-Formula 1 termasuk pada salah satu olahraga yang populer di dunia. Bahkan, pada ajang ini sering terjadi uji coba teknologi paling canggih di dunia.
Setiap keputusan, mulai dari keputusan sepersekian detik pada saat balapan hingga desain dan pengembangan mobil generasi berikutnya, bergantung pada data. Setiap mobil menghasilkan lebih dari satu juta titik data setiap detik, mulai dari kinerja ban, gaya aerodinamis, hingga karakteristik penanganan mobil dan kinerja pembalap.
Dalam hal ini, Formula 1 turut melakukan kerja sama dengan Confluent dengan memberdayakan tim balap Formula 1 Visa Cash App Racing Bulls (VCARB) melalui data real time untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat pada saat balapan dan rekayasa yang lebih cerdas.
Alhasil, VCARB dapat menggerakkan data ini pada seluruh operasinya, menciptakan sistem saraf pusat yang menghubungkan mobil, dinding pit, dan pabrik. Wawasan ini tak hanya menentukan hasil balapan, melainkan juga mempercepat siklus rekayasa dan menyederhanakan logistik.
“Di Formula 1, kemenangan tidak hanya tentang mobil, itu tentang data yang mengalir melalui setiap bagian tim,” kata Jay Kreps, CEO dan co-founder Confluent dalam keterangannya, Kamis (2/10).
Menurut dia, kerja sama VCARB dengan Confluent juga menunjukkan apa yang mungkin terjadi ketika data streaming real time menjadi sepenting mesin itu sendiri dalam balapan.
“Setiap putaran menghasilkan wawasan yang mendukung pengambilan keputusan manusia saat ini dan melatih model kecerdasan AI dan pembelajaran mesin yang akan membentuk mobil dan strategi balap di masa depan. Kami sangat antusias untuk berinovasi dengan kecepatan tersebut bersama-sama,” jelas Jay Kreps.
Bagi VCARB, data sama pentingnya dengan bahan bakar. Tim mengandalkan aliran data telemetri dan simulasi tersebut untuk mengarahkan setiap aspek strategi balapan dan pengembangan kinerja sepanjang tahun.
“Setiap putaran mengajarkan kita hal baru, dan semakin cepat kita belajar, semakin baik hasilnya. Data menjadi keunggulan kompetitif yang tidak hanya membantu kita mengambil keputusan yang lebih cerdas selama balapan, tetapi juga memandu analisis pasca balapan dan bahkan desain mobil. Bersama-sama, wawasan ini membantu kita mengejar ketertinggalan dari barisan depan grid,” kata Tim Goss, Chief Technical Officer VCARB.
Langkah ini juga menjadikan Formula 1, di mana tekanan kompetisi yang tak kenal lelah menguji infrastruktur data real time hingga batas maksimalnya, sebagai laboratorium hidup bagi teknologi AI seperti Confluent.
Ini juga tentang menciptakan siklus pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan di mana setiap titik data dari lintasan menginformasikan keputusan teknik yang lebih cerdas, logistik yang lebih efisien, dan cara baru untuk berinteraksi dengan penggemar.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
