Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Reza Pahlevi Isfahani dan Sabar Karyaman Gutama bertanding melawan ganda putra Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae pada babak final Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (8/6/2025
JawaPos.com - Bulu tangkis ganda putra Indonesia belum meraih gelar juara dari event yang sudah dijalani. Prestasi terbaik adalah Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando yag meraih runner-up All England 2025.
Eks pelatih ganda putra Pelatas PBSI, Aryono Miranat, menyebutkan sejatinya secara prestasi cukup baik. "Finalis All England itu sebuah prestasi menurut saya," tuturnya saat diwawancarai di kawasan Senayan, Kamis (3/7).
Memang, dia tak menampik adanya penurunan dari Fajar Alfian/Rian Ardianto sebagai ganda paling senior dan nomor satu pelatnas. "Tapi, memang prestasi itu ada kadang naik, kadang turun. Nah, sekarang lagi turun jadi harus lebih sabar, berlatih lebih giat lagi, supaya prestasinya bisa naik lagi," ujarnya.
Oleh sebab itu, Aryono merasa perlu adanya evaluasi dari seluruh tim. Mulai dari pelatih dan pemain. "Dan, yang paling penting dilakukan adalah untuk teknik, yang pertama mempertahankan pola permainan, yang kedua memperkuat defence. Jadi yang paling penting konsisten juga," katanya.
Pelatih yang saat ini menjadi technical advisor di PB Djarum itu menuturkan bahwa kerap kali sering ngobrol dengan Antonius Budi Ariantho, yang juga dari PB Djarum. "Ya satu dua kali pernah ngobrol, saya bilang sabar saja, terus tingkatkan performa atletnya saja," tuturnya.
Kini, ada pasangan dadakan yang dicoba. Yaitu, Fajar Alfian dengan M Shohibul Fikri yang dicoba di tiga turnamen, yaitu, Japan Open, China Open dan Macau Open.
Aryono menilai kedua pemain bisa langsung nyetel. Meskipun terbilang sama-sama pemain yang identik di posisi depan. "Saya rasa bisa masuk mainnya karena waktu itu sering latihan bareng. kan jadi motivasinya akan lebih naik lagi karena partner baru," ujarnya.
Selain itu, Aryono menilai kedua pemain memiliki smash yang kencang laiknya pemain belakang. "Yang di depan fokusnya ke depan saja sudah, enggak perlu memikirkan ke belakang, karena dua-duanya pemain depan. Jadi biar saja depan, misalkan Fikri lagi di depan, Fajar lagi di belakang, ya sudah masing-masing fokus. Nanti Fajar di depan, Fikri fokus di belakang," sebutnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
