Marc Marquez siap lanjutkan sihirnya di MotoGP 2025 Mugello Italia. (Instagram @marcmarquez93)
JawaPos.com — Perdebatan soal siapa yang pantas menyandang status Greatest of All Time (GOAT) di MotoGP kembali memanas. Tiga mantan pembalap top—Cal Crutchlow, James Toseland, dan Neil Hodgson—memberikan pandangan tajam soal duel dua legenda: Valentino Rossi vs Marc Marquez.
Cal Crutchlow langsung menggarisbawahi kemampuan istimewa Marc Marquez dalam mengontrol motor di tikungan.
Menurutnya, teknik pengereman Marquez dengan ban depan yang nyaris mengunci adalah sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
"Marc bisa mengerem keras, ban depan terkunci, tapi dia tetap bisa memainkan tuas rem sambil masuk tikungan," ucap Crutchlow, yang pernah turun di MotoGP antara 2011 hingga 2023.
"Marc justru semakin merebahkan motor saat ban depan mengunci, bukan mengangkatnya seperti kebanyakan pembalap lain."
Teknik ekstrem itu dianggap Crutchlow sebagai ciri khas Marquez yang tak bisa ditiru siapapun. Ia menyebut hanya Marc Marquez yang mampu menguasai motor dengan cara sekonyol dan segila itu namun tetap cepat dan efisien.
Sementara itu, James Toseland memilih untuk menyoroti faktor lain yang membuat Valentino Rossi begitu ikonik.
Menurutnya, daya tarik Rossi tak hanya terletak pada skill dan gelar juara, tapi juga karisma yang memikat jutaan penonton.
"Di luar kecepatan dan prestasi, Rossi membawa hiburan yang belum pernah ada sebelumnya di MotoGP," kata Toseland, yang sempat berlaga di MotoGP pada musim 2008 dan 2009.
"Saat MotoGP mulai dikenal luas lewat siaran TV, Rossi muncul dan langsung mencuri perhatian dunia."
Toseland menegaskan Rossi bukan hanya pembalap cepat, tapi juga entertainer sejati. Ia percaya butuh waktu sangat lama sebelum ada yang bisa menyamai dampak Rossi terhadap dunia balap motor.
Namun, pandangan berbeda muncul dari Neil Hodgson, juara WSBK 2003 yang pernah berlaga di MotoGP pada 2004.
Ia menyebut faktor head-to-head di lintasan antara Rossi dan Marquez menjadi penentu utama dalam memilih siapa GOAT sesungguhnya.
"Marquez datang sebagai rookie di 2013 tanpa pengalaman di MotoGP, tapi berhasil mengalahkan Valentino," ucap Hodgson saat diwawancarai TNT Sports.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
