Atlet panjat tebing nomor speed putra Indonesia, Kiromal Katibin (kanan) meraih medali perunggu IFSC World Cup Wujiang 2025. (Dok: YouTube IFSC)
JawaPos.com - Indonesia meraih dua medali perunggu IFSC World Cup 2025 yang dilangsungkan di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, pada 2-5 Mei 2025. Perunggu direbut oleh Kiromal Katibin di nomor speed putra. Di babak perebutan tempat ketiga, Katibin mencatat 4.81 detik, mengungguli pemanjat Indonesia lainnya Raharjati Nursamsa 6.64 detik.
Gelar juara direbut pemanjat Amerika Serikat Sam Watson yang sukses mencatatkan 4.64 detik sekaligus menjadi world record. Di final, dia mengungguli atlet Jepang Ryo Omasa yang false start.
Pemanjat andalan Indonesia lain, Veddriq Leonardo, harus terhenti di babak perempat final usai kalah dari Raharjati. Veddriq mencatatkan 4.97, sedangkan Raharjati lebih baik dengan 4.85.
Sedangkan di nomor speed putri, prestasi terbaik dicatatkan Kadek Adi Asih yang juga meraih medali perunggu. Di perebutan tempat ketiga, Kadek mencatatkan 7.27 detik, unggul dari wakil Korea Selatan Jimin Jeong 9 detik. Sedangkan juara dihuni atlet Polandia Aleksandra Miroslaw (6.37 detik) yang mengungguli pemanjat Tiongkok Yafei Zhou (8.12).
"Alhamdulillah bisa meraih medali perunggu dan saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah dukung kami semua, sehingga bisa tampil terbaik,” kata Kiromal Katibin setelah mendapat medali di Nusa Dua, Bali..
Capaian medali perunggu itu bagi Katibin mengulangi kesuksesan dirinya pada seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 yang berlangsung di Wujiang, Tiongkok, pada Sabtu (26/4). Ada pun catatan waktu di Wujiang lebih baik dibandingkan di seri Bali, yakni 4,75 detik.
Dia mengharapkan dapat memperbaiki catatan waktu untuk musim kompetisi mendatang. “Selanjutnya bisa mempertajam catatan waktu dan untuk mencetak world record dan bisa lebih tenang dan fokus,” ucapnya.
Bagi Sam Watson, gelar plus rekor yang dicatat begitu menggembirakan. Apalagi, dia merasa menjalani laga yang berat dengan cuaca panas. "Saya kembali dan mengompres kepala saya dengan es. Namun, saya seorang atlet dan kondisinya memengaruhi semua orang," katanya.
Rencananya, usai berlaga Watson akan menghabiskan dua hari waktu untuk berlibur di Bali menikmati keindahan alam dan budaya Pulau Dewata. “Saya mau menikmati Bali dua hari ini, tempatnya indah kemudian pulang untuk berlatih kembali dalam satu bulan,” ucapnya.
Penyelenggaraan di Bali cukup memuaskan bagi para atlet. Sebab, pemandangan yang ada begitu mengagumkan. Ketua Organizing Committe IFSC World Cup Bali 2025 Irjenpol Herry Heryawan menyatakan bahwa event Ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga soal kebanggaan nasional.
"Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia, khususnya Bali, mampu menjadi tuan rumah yang hebat dan membanggakan,” kata pria yang akrab disapa Herimen itu.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
