Yuki Tsunoda, pembalap F1 asal Jepang dari tim Red Bull Racing (Dok. Instagram @redbullracing)
JawaPos.com - Formula 1 Jepang di Sirkuit Suzuka akhir pekan ini (6/4) jadi balapan spesial bagi Red Bull. Mereka menggunakan livery khusus warna putih sebagai bentuk penghormatan untuk Honda. Yuki Tsunoda juga akan melakoni debut di hadapan publik sendiri.
Setelah absen pada 2020 dan 2021 karena pandemi Covid-19, hanya ada satu tim pemenang dalam F1 Jepang di Sirkuit Suzuka selama tiga tahun terakhir. Red Bull melalui Max Verstappen selalu finis terdepan. Harapannya tentu sama untuk tahun ini. Kemenangan keempat beruntun tentu menjadi kado perpisahan untuk Honda yang tidak lagi bersama Red Bull musim depan.
Akan tetapi, mewujudkannya tidaklah mudah. Red Bull tidak lagi superior musim ini. Dalam dua balapan pertama di Australia dan Tiongkok, mereka belum berhasill mendapatkan kemenangan. Verstappen hanya finis masing-masing kedua dan keempat.
Tantangan lebih berat dialami Tsunoda. Pembalap 24 tahun itu bertukar tempat dengan Liam Lawson (yang berganti ke Racing Bulls) setelah balapan di Tiongkok. Dalam waktu yang singkat, Tsunoda harus segera beradaptasi dengan mobil RB21 yang disebut-sebut sulit dikendalikan musim ini.
”Pekan ini akan menjadi pekan yang gila! Ini adalah campuran dari antusiasme dan tekanan dalam menghadapi tantangan,” kata Tsunoda seperti dikutip dariCrash. ”Aku telah mengendarai (RB21, Red) lewat simulasi, tetapi secara langsung baru saat latihan (hari ini, Red). Jadi, aku harus meningkatkan kecepatan secara cepat,” sambungnya.
Target untuk Tsunoda jelas. Yaitu meraih poin dan membatu Red Bull bersaing untuk juara konstruktor. Musim lalu, Red Bull harus melepaskan gelar tersebut setelah pembalap keduanya, Sergio Perez, sulit mendekati performa Verstappen. Saat Verstappen meraih gelar juara dunia, Perez hanya mampu berada di posisi delapan klasemen akhir pembalap.
”Pesan dari tim adalah terus melakukan yang sudah aku lakukan. Aku harus melaju cepat, memberikan banyak masukan, dan membuat mobil lebih baik,” tutur Tsunoda.
Sementara itu, Perez percaya jika Tsunoda punya segala kualitas yang dibutuhkan Red Bull. Bukan hanya soal talenta dan kecepatan. ”Aku rasa dia punya mentalitas dan sikap yang tepat untuk menghadapinya,” kata Perez kepadaESPN.
Perez berharap Tsunoda tidak mengikuti jejak pembalap kedua Red Bull seperti dirinya, Lawson, Alex Albon, atau Pierre Gasly. ”Alex dan Pierre adalah pembalap yang fantastis yang mengalami kesulitan. Aku juga menghabiskan begitu banyak waktu di Red Bull sehingga semua orang lupa betapa sulitnya mengendarai mobil tersebut,” beber pembalap Red Bull periode 2021 sampai 2024 itu.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
