Lando Norris mencatatkan waktu tercepat pada hari pertama ujicoba pramusim 2025 di Bahrain. (Instagram/McLaren)
JawaPos.com - McLaren terbukti sangat cepat di Sirkuit Albert Park, Melbourne, pekan lalu (16/3). Akan tetapi, aturan baru flexi-wing berpotensi mengubah peta persaingan dalam F1 Tiongkok akhir pekan ini (23/3).
Andai balapan di Australia pekan lalu berlangsung dalam cuaca cerah, bisa jadi dua pembalap McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri, bablas. Bukan hanya finis 1-2, melainkan keduanya berpotensi meninggalkan jauh para pesaing seperti Mercedes, Red Bull, dan Ferrari.
Sampai-sampai pembalap Mercedes George Russell percaya jika McLaren bisa segera menghentikan pengembangan mobil tahun ini. ”Mereka bisa fokus untuk 2026. Sulit untuk mengatasi kesenjangan tersebut saat ini,” kata Russell seperti dikutip Reuters.
Namun, secercah harapan muncul jelang F1 Tiongkok. Yakni ketika FIA menerapkan satu penyesuaian aturan fleksibilitas sayap belakang baru. Celah main plane dengan flap di sayap belakang yang semula dibatasi 2 milimeter, saat ditimpa beban 75 kg, dikurangi jadi hanya 0,5 millimeter.
Aturan itu bisa jadi akan sedikit mempengaruhi performa McLaren. Sebab, seperti dilaporkan The Race, celah sayap belakang mobil MCL39 memang diketahui cukup lentur. Itu terlihat saat uji coba pramusim di Bahrain pada Februari lalu.
Bantuan sayap fleksibel (flexi-wing) di mobil McLaren disebut bisa membuat mobil melaju lebih cepat, seperti mini-DRS.
Padahal, beberapa tim menganggap flexi-wing itu sebagai pelanggaran aturan. “Itu (flexi-wing, Red) masih ada,” kata Direktur Teknik Red Bull Pierre Wache saat uji coba di Bahrain. ”Aku pikir Ferrari dan McLaren masih menggunakan mini-DRS,” sambungnya.
Hanya, andai benar McLaren memanfaatkan flexi-wing, ada kemungkinan performa mereka belum tentu menurun. Sebab, dominasi McLaren bisa jadi bukan hanya karena adanya sayap belakang. Belakangan, Norris mengisyaratkan jika McLaren tidak akan melakukan perubahan apa pun akhir pekan ini. ”Tidak, kami tidak perlu mengubah apa pun,” ucapnya soal perubahan aturan sayap belakang dalam sesi konferensi pers kemarin (20/3) seperti dikutip dari Planet F1.
”Kami baik-baik saja. Jika arahan teknis ini diterapkan akhir pekan lalu, kami juga akan baik-baik saja. Jadi, tampaknya, aturan ini tidak ditujukan kepada kami,” imbuh juara balapan di Australia itu.
Baca Juga: Lando Norris Lulus Ujian Pembuka di F1 Australia, Putus Rekor Pembalap Red Bull Max Verstappen

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
