Megawati dan Red Sparks siap tempur di laga penentuan kontra Pink Spiders. (@red__sparks)
JawaPos.com - Daejeon Red Sparks akan menjalani laga hidup dan mati di final Liga Voli Putri Korea Selatan (V-League) 2024/2025. Menghadapi Incheon Pink Spiders di Chungmu Gymnasium, Daejeon, pada Jumat (4/4), Megawati Hangestri dan rekan-rekannya wajib menang jika ingin mempertahankan asa menjadi juara.
Saat ini, Red Sparks sudah tertinggal 0-2 dalam seri final yang menggunakan format best of five. Jika mereka kembali kalah, maka Pink Spiders akan dinobatkan sebagai juara musim ini. Namun, jika Red Sparks mampu bangkit dan menang, mereka bisa memaksakan laga keempat yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (6/4).
Untuk menjadi juara, Red Sparks harus memenangkan tiga pertandingan berturut-turut dengan tantangan yang tidak mudah, mengingat dominasi Pink Spiders sepanjang musim.
Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, mengakui bahwa timnya harus berjuang keras mengatasi kelelahan. Tidak seperti Pink Spiders yang langsung lolos ke final, Red Sparks harus melewati semifinal yang melelahkan melawan Suwon Hyundai E&C Hillstate.
"Para pemain sudah memberikan yang terbaik dalam kondisi yang sangat sulit. Namun, sejak set ketiga dan keempat, stamina mereka menurun, dan efektivitas serangan pun berkurang, yang menyebabkan kami kalah," kata Ko Hee-jin.
Ia menilai performa timnya sebenarnya mengalami peningkatan dibanding laga pertama yang berakhir dengan skor 2-3. Namun, kehadiran bintang Pink Spiders, Kim Yeon-kyung, menjadi pembeda.
"Kim tampil luar biasa, seperti Leo dari tim putra Hyundai Capital. Bahkan saat menghadapi tiga blok, ia tetap bisa mencetak poin," ujarnya.
Tak ingin menyerah begitu saja, Ko Hee-jin bertekad untuk memperpanjang perjuangan timnya.
"Saya tidak menyesal. Tapi sebagai pelatih, saya merasa kasihan kepada pemain yang sudah bekerja keras. Kami akan memberikan segalanya agar perjalanan luar biasa kami setelah 13 tahun tidak berakhir dengan tiga kekalahan," tegasnya.
Bermain di kandang sendiri, Ko berharap dukungan suporter bisa memberikan dorongan moral yang besar bagi timnya.
"Jika kami bisa menang satu laga saja, lawan juga akan merasakan kelelahan," tambahnya.
Sementara itu, Pink Spiders yang hanya butuh satu kemenangan lagi untuk menyegel gelar juara tetap menjaga fokus penuh. Pelatih mereka, Marcello Abondanza, menaruh harapan besar kepada Kim Yeon-kyung untuk kembali menjadi pembeda di laga ketiga.
"Meskipun dia sudah mendekati masa pensiun, pengaruhnya terhadap tim sangat luar biasa. Dia tidak hanya mencetak poin, tetapi juga memberikan energi kepada rekan setimnya," ujar Abondanza.
Bagi Kim, final ini memiliki makna khusus karena akan menjadi musim terakhirnya sebelum pensiun. Keinginannya untuk mengakhiri karier dengan trofi juara bisa menjadi motivasi tambahan bagi Pink Spiders untuk menuntaskan final secepat mungkin.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
